Sambangi Ditkapel, Perwira Pelayaran Niaga Sampaikan Aspirasi Kepelautan
Jakarta (Maritimnews) – Seluruh ketua-ketua lintas alumni sekolah tinggi Pelayaran Niaga yang tertarik untuk turut serta berpartisipasi melindungi kepentingan…
Jakarta (Maritimnews) – Seluruh ketua-ketua lintas alumni sekolah tinggi Pelayaran Niaga yang tertarik untuk turut serta berpartisipasi melindungi kepentingan…
Jakarta (Maritimnews) – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan, Capt. Mugen Sartoto mendapat…
Beredarnya informasi tentang Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) R. Agus H. Purnomo akan memasuki masa pensiunnya pada bulan Agustus 2021 nanti, menjadikan posisi pimpinan tertinggi di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini disorot publik.
Guna mendukung Repatriasi Material Satgas Konga TNI UNAMID di Sudan dan Peremajaan Alutsista Satgas Konga TNI UNIFIL di Lebanon, Komandan KRI Surabaya (SBY)- 591 Letkol Laut (P) Heru Syamsul Hidayat, S. Si., menerima kunjungan tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang di wakili oleh Kasi Pengukuran Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Penumpang dan Kapal Penangkap Ikan Galih Ernowo, di Ballroom KRI Surabaya (SBY)-591 yang sedang sandar di Dermaga Semampir Koarmada II, Surabaya, Jum’at (11/01).
GMKI melihat adanya beberapa kesalahan prosedur dan penanganan yang mengakibatkan banyaknya korban kecelakaan yang meninggal dan hilang, antara lain kelaiklautan kapal tidak terpenuhi karena muatan kapal melebihi kapasitas serta alat pelampung dan sekoci yang tidak sesuai dengan jumlah penumpang,
Bukan hanya ucapan bela sungkawa terhadap suatu kejadian kecelakaan kapal yang dilakukan Dirjen Hubla, tetapi benar-benar membenahi strukturnya dan bahkan memecat jajarannya yang mengindahkan keselamatan pelayaran.
Kejadian ini sangat disayangkan oleh sejumlah kalangan mengingat peranan Ditjen Hubla dalam membangun kemaritiman Indonesia dalam bingkai visi Pemerintah Poros Maritim Dunia sangat sentral
Total suap yang diduga diterima Tonny, mencapai Rp 20,74 milyar.
Sebagai negara maritim, selain memiliki luas lautan yang terbesar di dunia, dan dikelilingi ribuan pulau besar dan kecil, kekayaan laut Indonesia juga sangat besar. Karena itu, sektor perikanan dan kelautan diyakini bisa menghantar Indonesia menjadi negara yang kaya raya.
Namun kini di hari bersejarah itu, lagi-lagi dunia kemaritiman Indonesia dikagetkan dengan peristiwa tragis yang menimpa Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 1, dengan rute Surabaya–Balikpapan di Perairan Masalembo, Jawa Timur (19/5).