
MNOL, Jakarta – Pelayanan kegiatan receiving dan delivery di CDC Banda yang dioperasikan oleh IPC LOGISTIC (PT MTI) pada awal bulan puasa tahun ini masih berjalan lancar sebagaimana hari-hari sebelumnya. Rata-rata setiap harinya CDC Banda melayani receiving sebanyak 35 box container Less Container Loaded (LCL) impor yang berasal dari JICT, KOJA, dan MAL. Sedangkan kegiatan delivery per harinya melayani 150 hingga 200 dokumen.
CDC Banda merupakan gudang TPS yang dilengkapi dengan racking system sebanyak 48 unit dengan total kapasitas tampung 241.920 m3. Gudang ini juga dilengkapi dengan WMS dan barcode system untuk mengetahui keberadaan barang. Selain melayani cargo LCL, setengah bagian gudang ini difungsikan sebagai TPFT Jalur Merah maupun Jalur Hijau kegiatan pemeriksaan oleh Bea & Cukai dan Karantina.
“Dalam beberapa bulan terakhir memang kegiatan mengalami peningkatan dan volume cargo yang dilayani otomatis jumlahnya bertambah dari periode-periode sebelumnya. Untuk itu kami berupaya terus melakukan improvement untuk mempercepat proses pelayanan kepada penguna jasa agar tidak terjadi hambatan di operasional,” ungkap Agus Permana GM IPC LOGISTIC Cabang Jakarta.
Pada bulan Ramadhan serta dalam menghadapi Idul Fitri 2016, diperkirakan kegiatan di CDC Banda tetap stabil. Cargo impor yang masuk umumnya merupakan komoditi bahan baku untuk industri makanan dan garmen.
“Pelayanan kami di kegiatan pergudangan dan lapangan menjelang dan setelah Idul Fitri nanti juga akan menyesuaikan, Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok seperti biasanya mengeluarkan aturan mengenai ketentuan jam kegiatan operasional di Wilayah Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Agus kepada Maritimnews, Sabtu (11/6).
Menurut Agus Permana, ada rencana merubah sebagian sisi selatan gudang yang selama ini dominasi Jalur Hijau. Karena kegiatan stripping di apron utara sudah sesak, maka yang ram dan lapangan sisi selatan akan diusulkan untuk lokasi stripping. “Beberapa Pintu akan diusulkan dirubah untuk cargo LCL termasuk lapangan yang tepat didepan pintu gudang,” paparnya.
Meningkatnya kegiatan gudang CDC Banda memang tidak terlepas dari pembekuan izin beberapa gudang di Tanjung Priok oleh Bea dan Cukai antara lain Berdikari dan Buana Amanah Karya. Namun, tambah Agus Permana, manajemen IPC LOGISTIC Jakarta berupaya mempertahankan pemakai jasa nya dengan level of service dan fasilitas yang telah dimiliki IPC Logistic.
“Penambahan racking, mungkin tahun 2017 baru diusulkan. Kan harus ada dana investasinya lebih dulu,” pungkasnya. (Bayu/MN)






