Suasana sidang yudisium S-2 ASRO STTAL.
MNOL -Jakarta, Setelah menempuh pendidikan selama dua tahun, sebanyak 20 mahasiswa S-2 ASRO (Analisis Sistem dan Riset Operasi) STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut) dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan dan sangat memuaskan pada Sidang Yudisum yang digelar di Gedung Nipah STTAL, Bumimoro, Surabaya, pada hari ini Jumat (22/7).
Acara Sidang Yudisium tersebut, dipimpin langsung oleh Komandan STTAL Laksamana Pertama TNI Siswo HS., M.MT dan Kepala Dinas Pendidikan Angkatan Laut (Kadisdikal) Laksamana Pertama TNI Hadi Santoso. Sidang penentuan kelulusan tersebut juga dihadiri oleh dua Guru Besar, yaitu Prof Dr. Ir Udisubakti C.M, M.Eng, Sc dari ITS dan Prof. Dr. Ir. Sapto J.P, M.Sc dari Universitas Hang Tuah, Wadan STTAL Kolonel Laut (E) I Nengah Putra A., S.T., M.Si (Han), Direktur Pasca Sarjana Kolonel Laut (KH) Dr. Ahmadi, S.Si., M.T. serta para pejabat utama STTAL lainnya.
Setelah melalui proses sidang yang berlangsung cukup lama dan alot, maka ditetapkan Mayor Laut (P) Adi Surono, S.T. berhasil menjadi lulusan terbaik S-2 ASRO Angkatan ke-2 dengan predikat sangat memuaskan. Predikat tersebut layak disandang Perwira lulusan AAL Angkatan ke-48 itu, setelah berhasil mengumpulkan nilai tertinggi baik dalam IPK, nilai kepribadian maupun Tes Kesegaran jasmani. Selain Adi—sapaan akrab perwira menengah asal “Boyolali, Jawa Tengah” itu, ada enam mahasiswa yang mendapat predikat sangat memuaskan, sedangkan sisanya mendapat predikat memuaskan.
Dalam sambutannya pada Upacara Penutupan Pendidikan Program Studi S-2 ASRO Angkatan ke-2, Komandan STTAL menyampaikan ucapan selamat sekaligus ungkapan rasa bahagia yang tidak terkira atas keberhasilan para perwira mahasiswa Program Studi S-2 ASRO Angkatan ke-2 tepat waktu. “Keberhasilan ini sungguh sangat istimewa dan membanggakan tidak hanya bagi seluruh civitas akademika STTAL saja, tetapi juga bagi organisasi TNI/TNI AL, mengingat dalam sejarahnya, STTAL yang kedua kalinya mencetak para calon ilmuwan TNI/TNI AL tingkat magister,” ujar Komandan STTAL.
Perlu disadari, lanjut Komandan STTAL, sampai saat ini jumlah sumber daya manusia dibidang ASRO setingkat magister masih sangat terbatas. Urgensi pengembangan Program Studi S–2 ASRO di STTAL yang lebih utama adalah untuk menjawab tantangan kemajuan teknologi alutsista yang semakin berkembang pesat dan sebagai upaya mewujudkan percepatan alih teknologi dalam rangka kemandirian alutsista TNI/TNI AL.
Keahlian dibidang ASRO sangat dibutuhkan oleh para pemegang kebijakan strategis, kepemimpinan taktis dan teknis yang ada di lingkungan TNI dalam menjalankan tugas pokoknya. “Melalui aplikasi bidang ASRO, diharapkan dapat semakin meningkatkan kinerja dan produktifitas organisasi TNI/TNI AL, karena calon pemimpinnya telah terdidik di STTAL, yang memiliki kemampuan analisa dan pengambilan keputusan yang efektif dan efisien dalam menjalankan peran dan fungsi organisasi TNI,” ujar Komandan STTAL.
Pada bagian akhir amanatnya, Komandan STTAL menegaskan lulusan Program Pascasarjana STTAL yang memiliki nilai strategis untuk tampil menjadi center of excellent di bidang teknologi pertahanan, selalu menjaga nama baik almamater STTAL di manapun kalian berada, berbuatlah yang terbaik bagi lingkungan sekitar, sehingga keberadaan kalian diperhitungkan.
“Jadikanlah diri kalian sebagai inspirator dan inovator dalam pengembangan teknologi strategis. Kalian harus selalu menambah ilmu sehingga jati diri kalian dapat ditunjukkan dan diakui kemampuannya dalam mewujudkan berbagai pusat unggulan yang menjadi rujukan dalam menghasilkan produk teknologi pertahanan,” tegasnya.
Program Studi S–2 ASRO berdiri tahun 2013 berdasarkan Surat Dirjen Dikti Kemdikbud Nomor 124/H/KR/2013, tanggal 19 Februari 2013 kepada Komandan STTAL yang memberikan mandat untuk segera membuka Program Pasca Sarjana Program Studi S–2 ASRO di STTAL. Kini perjuangan dalam merintis keberadaan program pasca sarjana tersebut telah menuai hasilnya, yakni berupa lulusan pada strata magister yang siap memperkuat organisasi di jajaran TNI/TNI AL. Bahkan jika memungkinkan kiprah lulusan S–2 ASRO nanti tidak hanya terbatas pada lingkup organisasi TNI saja namun lebih dari itu, memiliki nilai strategis di kancah pembangunan nasional utamanya dalam ikut serta mendorong dan memajukan pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi keangkatanlautan / kemaritiman di Indonesia. (APS)
Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) meluruskan kabar adanya antrean kapal hingga 6…
Jakarta (Maritimnews) - Kegiatan rutin donor darah sebagai bentuk komitmen sosial perusahaan atau TJSL (Tanggung…
Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Palembang mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025,…
Makassar (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan sejak dini, khususnya bagi para…
Jakarta (Maritimnews) - Meningkatnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan di Port of Tanjung Priok berdampak positif,…
Pontianak (Maritimnews) - Seiring menguatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di Provinsi Kalimantan Barat, IPC…