Tata Pelabuhan Berstandar Internasional, Pelindo I Kerjasama dengan Otoritas Pelabuhan Valencia

MNOL, Jakarta- Utusan khusus Indonesia untuk International Maritime Organization (IMO) mengatakan saat ini pemerintah Indonesia sesuai arahan Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan sektor maritim, seperti infrastruktur pelabuhan, ada 34 pelabuhan di seluruh Indonesia yang akan dibangun dan itu diharapkan dapat memiliki standar Internasional agar Indonesia dapat bersaing dengan negara lain menjadi negara maritim terbesar di dunia.

Dalam kerangka kerja tersebut, Mantan Kepala Staf Angkatan Laut periode 2012-2014 yang bertindak sebagai ketua delegasi Indonesia mengatakan PT Pelabuhan Indonesia I dan PT Biro Klasifikasi Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Fundacion Valencia Port dan Internasional Societe Generale de Surveillance SA (SGS) di Kantor Otorita Pelabuhan Valencia, Senin (11/7). Kerja sama ini terkait rencana kerja sama di bidang manajemen dan operasional kepelabuhanan.

Penandatanganan dilakukan oleh Dirut PT Pelindo I Bambang Eka Cahyana, Dirut PT Biro Klasifikasi Indonesia Rudiyanto, CEO Fundacion Valencia Port Aurelio Martinez Estevez, dan Direktur Internasional Societe Generale de Surveillance SA (SGS) Roger Kamgaing.

“Kerja sama dimaksud meliputi sistem tata kelola lalu lintas kapal dan tata kelola sistem komunikasi pelabuhan, digitalisasi informasi pelabuhan,  tata kelola operasi terminal, dan sistem keamanan pelabuhan (seaport safety system),” ungkap Marsetio melalui sambungan telpon kepada redaksi maritimnews, Rabu (13/7).

Marsetio mengatakan, Indonesia akan mengundang Otoritas Pelabuhan Valencia dan SGS untuk meninjau kapasitas yang sekarang dimiliki oleh pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah otoritas PT Pelindo I. Ini untuk menentukan lingkup kerja sama yang akan dilaksanakan di masing-masing pelabuhan, sesuai dengan rencana pengembangan tahap pembangunan pelabuhan terkait.

sistem tata kelola pelabuhan yang diterapkan di Valencia Port (Foto: Marsetio)

Peningkatan kapasitas pelayanan pelabuhan menjadi fokus pengembangan pelabuhan di seluruh Indonesia. Pembangunan fisik infrastruktur, baik pelabuhan terminal peti kemas yang modern maupun pelabuhan terminal penumpang harus nyaman dan memperhatikan aspek keamanan lingkungan.

Menurut Marsetio, Indonesia juga merencakan peningkatan kapasitas pelayanan pelabuhan yang akan menjadi pelabuhan modern dengan didukung sistem komunikasi digital. Nantinya, pelayanan arus kapal barang dan penumpang dapat berlangsung secara tertib, cepat dan nyaman. “Serta memenuhi standar internasional untuk pemeliharaan lingkungan.”

Dirut Pelindo I, Bambang Eka Cahyana menyampaikan, era masa depan adalah persaingan antar pelabuhan di kawasan, baik nasional maupun regional dalam pelayanan penumpang dan barang. Ini harus didukung oleh pengintegrasian pelabuhan dan industri yang meningkatkan perekonomian kawasan Provinsi Naggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. “Pelabuhan-pelabuhan ini berada di bawah otoritas PT Pelindo I,” katanya.

Menurut Bambang, tahapan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung direncanakan akan menjadi pelabuhan industri terbesar di Indonesia. Tahap pertama, pembangunan terminal multi fungsi yang telah berjalan dan akan selesai pada 2017.

Tahap dua, pembangunan industrial gateway port yang akan selesai 2019. Kemudian tahap tiga dan empat. “Ini akan menciptakan 100.000 pekerjaan, menarik investasi sekitar 7 miliar USD dan mempunyai kapasitas bongkar muat barang mencapai 150 juta ton cargo.”

KBRI Madrid menyambut baik kerja sama tersebut dan sejak awal telah mendorong Otoritas Pelabuhan Valencia melihat potensi kerja sama dengan Otoritas Pelabuhan di Indonesia. KBRI Madrid sangat menghargai tanggapan positif Otoritas Pelabuhan Valencia yang menyetujui usulan Indonesia terkait ruang lingkup kerja sama.

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

20 hours ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

2 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

2 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

3 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

4 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

6 days ago