Politeknik Pelayaran Berperan Penting Sukseskan Visi Poros Maritim
unknown-1
Kuliah Marsetio di Politeknik Pelayaran Semarang

MNOL, Semarang – Peranan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampuni dan berdaya saing global semakin mendesak untuk ikut menyukseskan visi Indonesia menjadi poros maritim dunia yang dicetuskan Presiden Joko Widodo ditengah semakin tingginya kebutuhan akan sumberdaya manusia di bidang pelayaran baik lingkup nasional dan internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio saat memberikan kuliah umum tentang “Peran Politeknik Ilmu Pelayaran dalam Mewujudkan Poros Maritim Dunia” di hadapan Taruna/Taruni Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (27/9).

Dalam kesempatan tersebut, Marsetio yang saat ini selain menjadi penasehat senior di sejumlah kementerian juga adalah utusan khusus Indonesia untuk International Maritime Organization (IMO) memaparkan arah visi Indonesia sebagai poros maritim dunia sebagaimana yang dicetuskan Presiden Joko Widodo.

“Untuk menyukseskan visi tersebut dibutuhkan sumberdaya manusia yang handal dan berdaya saing agar sektor maritim kita dapat menjadi tulang punggung perekonomian sebagaimana yang sering disampaikan Presiden” ucap Kepala Staf Angkatan Laut periode 2012-2015 tersebut.

unknown-2
Kuliah Umum di Politeknik Pelayaran Semarang

Sebagai informasi, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang adalah Pendidikan tinggi negeri milik Kementrian Perhubungan RI dan telah masuk White List di IMO tahun 2000. Mengemban tugas mendidik dan melatih pemuda−pemudi lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di bidang pelayaran dan kepelabuhanan menjadi perwira pelayaran besar dan tenaga ahli angkutan laut/kepelabuhanan untuk memenuhi kebutuhan armada angkutan laut Nasional maupun Internasional.

Dengan mengemban tugas tersebut, Politeknik Pelayaran Semarang menjadi penting mengingat tingginya kebutuhan pelaut di tingkat nasional dan internasional. Dari sejumlah data yang dilansir Kementerian Perhubungan lebih dari 18.000 pelaut dibutuhkan Indonesia sampai tahun 2019 mendatang. Untuk tingkat global mengacu pada data IMO kebutuhan akan pelaut akan terus tumbuh. Hingga tahun 2020, dunia membutuhkan 28.000 orang pelaut, di luar kebutuhan Indonesia.

Peluang tersebut haruslah mampu dimanfaatkan Indonesia sebagai salah satu negara maritim di kawasan. Dalam lingkup ASEAN, Indonesia menjadi negara kedua yang mencetak banyak pelaut. Saingan terberat Indonesia adalah Filipina.

Dari sejumlah data yang dikumpulkan redaksi, Indonesia hingga kini sudah mencetak 500.000 orang pelaut, sedangkan Filipina sudah menghasilkan 2 juta pelaut hingga saat ini. Padahal luas lautan Filipina jauh lebih kecil dibanding Indonesia. (AS/MN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *