Penanaman mangrove oleh KIARA dan P3UW di pantai Lampung Bagian Timur.
MN, Lampung – Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) beserta puluhan pengurus Perhimpunan Petambak dan Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Lampung melakukan aktivitas penanaman 500 bibit pohon mangrove pada Minggu (22/01/2017) di Bibir Pantai Bumi Dipasena Utama, yang merupakan wilayah pantai Lampung Bagian Timur.
Kegiatan penanaman mangrove ini, sebagaimana dijelaskan oleh Ketua P3UW Nafian Faiz merupakan aktivitas rutin yang senantiasa dilakukan masyarakat petambak udang di Bumi Dipasena untuk menyehatkan ekologi pantai timur Lampung. Tujuan lainnya adalah untuk menyelamatkan wilayah pertambakan udang Bumi Dipasena yang jaraknya sangat dekat dengan pantai.
“Tiga tahun lalu, wilayah Bibir Pantai Bumi Dipasena Utama ini hancur karena abrasi. Namun, berkat kerjasama dan gotong royong masyarakat petambak udang, wilayah ini dapat dipulihkan kembali secara bertahap,” ungkap Nafian Faiz.
Tahun lalu, lanjut Nafian, P3UW bersama dengan KIARA telah menanam 10.000 bibit pohon mangrove di wilayah ini. Akibatnya, bibir pantai menjadi tempat yang sehat dan berhasil mengurangi penyakit telek putih yang kerap menimpa udang di Bumi Dipasena.
“Keberadaan pohon mangrove berhasil mengurangi penyakit telek putih di wilayah kami. Hasilnya, produksi udang semakin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan ekologi memberikan dampak bagi peningkatan ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Sekretaris Jenderal KIARA, M. Arman Manila menyatakan bahwa lembaganya merasa bangga karena dapat bekerjasama dengan P3UW untuk menjaga kesehatan ekologi pantai timur Lampung secara rutin.
“Saat ini, hasil penanam mangrove yang dilakukan secara rutin telah menghijaukan wilayah pantai timur lampung sepanjang 2 km. Ini merupakan hal yang sangat membahagiakan,” ujar Arman.
Ia berharap penanaman mangrove yang dilakukan secara rutin ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bumi Dipasena, khususnya dan masyarakat Indonesia, umumnya.
“Lebih jauh, kami berharap aktivitas ini dapat ditiru oleh seluruh masyarakat pesisir di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Kesehatan ekologi pantai merupakan tanggung jawab bersama. “Jika ada siapapun yang mau terlibat dalam aktivitas ini, kami sangat terbuka,” pungkas Arman. (Tan/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…