Koordinator Aksi Nelayan Rusdianto Samawa membatah aksi ini sebagai pesanan. (Foto: DokPribadi)

MN, Jakarta – Rumor yang beredar soal adanya aksi nelayan ke Istana Negara kemarin (11/7) dengan jumlah ribuan massa merupakan pesanan dari salah oknum tertentu. Nama Rusdianto Samawa beberapa bulan ini mencuat karena gempurannya terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Terutama soal pelarangan cantrang, beberapa paguyuban nelayan telah diadvokasinya serta dikoordinir guna menuntut kebijakan Susi tersebut. Namun beberapa pihak menganggap di belakang Rusdianto adalah pihak kuat yang memiliki kepentingan terhadap momentum ini.

“Tidak ada di belakang saya, yang ada hanya Muhammadyah. Kalau Muhammadyah menyuruh saya berhenti maka saya berhenti,” ungkap Rusdianto beberapa waktu lalu sebelum pelaksanaan demo nelayan.

Rusdianto yang merupakan orang PP Muhammadyah ini tergerak karena melihat kesulitan nelayan akibat kebijakan Susi. Ia juga menjadi ketua Front Nelayan Indonesia (FNI) yang gencar melakukan advokasi terhadap nelayan.

Hal itu ia lakukan karena Menteri Susi dianggap tidak mendengar aspirasi nelayan. Dan Peraturan Menteri yang menginstruksikan pelarangan cantrang pun tak bisa di-judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kalau andaikata bisa di-judicial review, maka saya sudah lakukan itu, tapi sayangnya ini tidak bisa sehingga perlu suatu gerakan massa,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Susi juga menuding aksi demo ini digerakkan oleh para juragan cantrang yang terganggu usahanya karena kebijakan KKP. Bahkan Susi juga menyebut ada pesanan asing dan para politisi dalam gerakan nelayan itu.

Rusdianto pun tak menghiraukan tuduhan itu. Niatnya hanya ingin nelayan Indonesia hidup sejahtera. “Langkah demo diambil oleh nelayan karena proses judicial review di MK selalu ditolak dan kita pun tak bisa dibeli. Ini murni dari aspirasi nelayan,” pungkasnya.

 

(Adit/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *