Antonius Tonny Budiono
MN, Jakarta – Dirjen Hubla nonaktif Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono, terjaring OTT dirumah dinasnya, di kompleks Mess Perwira Bahtera Suaka Blok 1-2, Jalan Gunung Sahari Raya nomor 65, Jakarta Pusat, Rabu (23/8) malam.
Dilokasi OTT, Tim KPK ikut mengamankan barang bukti 33 tas dan koper berisi uang kertas dalam bentuk mata uang Rupiah, Dolar AS, Poundsterling, Euro, dan Ringgit Malaysia.
Juru bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, petugas KPK menghabiskan waktu selama enam jam untuk menghitung uang kertas yang terdapat pada 33 koper dan tas milik Tonny. Padahal, penghitungan dilakukan dengan menggunakan mesin hitung jenis vacuum.
“Tadi untuk memastikan jumlah uang di tas dan kopernya, dihitung pakai mesin hitung uang. Hitungnya dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Ada dua petugas yang menghitung pakai mesin, tapi tetap butuh waktu cukup lama,” jelas Febri di Jakarta.
Ketika OTT, petugas melihat tas dan koper-koper yang berisi uang senilai Rp18,9 miliar itu tergeletak tidak beraturan di lantai kamar tidur Tonny. Tak ada brankas maupun bunker di kamar tersebut.
Antonius Tonny Budiono selama sekitar tujuh bulan terakhir tinggal dan tidur di kamar mess yang kecil dan kusam, dengan puluhan tas dan koper berisi uang milyaran rupiah.
Pihak luar tidak akan mengira jika rumah mess yang tampak dari luar terlihat sederhana justru terdapat uang milyaran rupiah. Apalagi di mess tak ada seorang petugas keamanan yang berjaga.
Meski Tonny mempunyai rumah pribadi di Sektor 5, Tangerang Selatan, Tonny selalu tidur di rumah mess tersebut. Saat berangkat dan pulang kerja, Tonny lebih sering menumpangi taksi konvensional dan taksi online.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…