Bendahara Umum Pramarin Liana Trisnawati dalam pemaparan dengan Port of Rotterdam

MN, Jakarta – Bertempat di Le Meridien Hotel, Jakarta, beberapa waktu lalu, Habibie Center bersama Port of Rotterdam menggelar diskusi publik bertajuk optimalisasi pembangunan pelabuhan di Indonesia. Hal ini dilakukan guna mendorong kerja sama yang lebih intensif antara Indonesia dengan Belanda terutama dalam menyukseskan visi Poros Maritim Dunia dan Tol Laut.

Hadir sebagai pembicara antara lain dari perkumpulan Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin) yakni Liana Trisnawati, Djoko Setiono Mardi dan Hutakemri Ali Samad. Sementara dari Port of Rotterdam adalah Mrs Sofie Tolk serta Mr Melcher Klink yang mewakili Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia.

Dalam pemaparannya, Liana Trisnawati menekankan pentingnya kerja sama ini dalam mengembangkan pelabuhan baik dari sisi maritime logistic, terminal, transportasi, infrastruktur maupun harbour investment.

“Kami sangat mengapresiasi sekali kerja sama ini untuk menghasilkan konsep yang matang dalam mengembangkan pelabuhan di Indonesia,” kata Liana yang juga aktif di dalam Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI).

Direktur PT Terminal Borneo Indonesia (TBI) ini mencatat sedikitnya ada 161 pelabuhan di Indonesia yang memerlukan pengembangan lebih lanjut dalam rangka mewujudkan visi Tol Laut pemerintah. Oleh Karena itu, dengan dibantu oleh Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia, ia siap untuk melakukan studi banding ke Rotterdam.

“Kami akan bekerja sama lebih lanjut hingga melaksanakan studi banding ke Port of Rotterdam,” pungkasnya.

Liana yang menjabat sebagai Bendahara umum di Pramarin secara internal telah merumuskan pengembangan pelabuhan yang kemudian akan dimatangkan saat studi banding nanti. Pramarin sendiri berperan sebagai think tank pembangunan maritim Indonesia lintas stakeholder yang berkomitmen mendorong visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Sedangkan Djoko Setiono Mardi yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (WKU) bidang Pelayaran Rakyat, Perikanan dan Pariwisata dalam Pramarin itu sangat merespons pihak Port of Rotterdam yang ingin bekerja sama dengan Indonesia. Karena selain menjadi salah satu pelabuhan termaju di dunia, Rotterdam juga dikenal sebagai kota industri maritim.

“Kami berharap dapat belajar banyak dari Port of Rotterdam dalam mengoptimalkan pengembangan pelabuhan di Indonesia,” ungkap Djoko.

Dalam acara tersebut, hadir juga beberapa perwakilan Duta Besar negara sahabat seperti Jepang, China, Korea Selatan dan Peru. Mereka sangat mendukung jika pelabuhan-pelabuhan di Indonesia dikembangkan secara optimal mengingat posisi geografisnya yang sangat mendukung.

(Adit/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *