
MN, Jakarta – Sebagai negara maritim yang besar, Indonesia selayaknya mampu menunjukan eksitensi di dunia Internasional. Karenanya peran aktif Indonesia sebagai Anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) sangatlah penting. Indonesia memiliki posisi tawar cukup tinggi dan fungsi penting dan strategis, serta ikut menentukan arah dan kebijakan penyusunan aturan maritim internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, A. Tonny Budiono menyebutkan, keanggotaan pada Dewan IMO memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk ikut serta menentukan kebijakan-kebijakan IMO yang sangat berpengaruh pada dunia kemaritiman. Keanggotaan Indonesia dalam Dewan IMO juga sejalan dengan visi Presiden RI, Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selaku administrator maritim menyiapkan strategi pemenangan Indonesia untuk kembali menjadi anggota dewan International Maritime Organization (IMO) periode 2018-2019 di bulan November 2017 mendatang.
“Perjuangan kami adalah menjadikan Indonesia terpilih kembali sebagai anggota Dewan IMO pada sidang Assembly yang akan dilaksanakan pada November 2017 nanti di London,” kata Dirjen Tonny di Jakarta, Jumat (4/8).
Mengingat tugas berat yang diemban oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selaku administrator maritim di IMO tentunya perlu dukungan Kementerian/Lembaga lainnya agar rencana Indonesia sebagai anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2018-2019 dapat terwujud.
Adapun penunjukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selaku administrator maritim di IMO tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 40 Tahun 2015 tentang Kementerian Perhubungan, pasal 44 ayat (1) yang menetapkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menjadi penanggung jawab pelaksanaan kegiatan dan administrasi Pemerintah pada Organisasi Maritim Internasional dan/atau Lembaga Internasional di Bidang Pelayaran lainnya, sesuai peraturan perundang-undangan.
“Serangkaian kegiatan dalam rangka penggalangan dukungan untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan IMO Kategori C periode 2018-2019 telah dilakukan termasuk penyusunan strategi pemenangannya dilakukan bersama antar Kementerian dan Lembaga dibawah koordinator Ditjen Perhubungan Laut,” pungkasnya.
(Bayu/MN)







