Categories: DiplomasiHLTerbaru

Menuju World Class Defense University, Unhan Tingkatkan Kerjasama dengan Uni Eropa

Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Universitas Pertahanan (Unhan) Laksda TNI DR. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D (tengah) saat memberi pemaparan di hadapan perwakilan Uni Eropa. (Foto: Unhan)

MN, Jakarta – Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Universitas Pertahanan (Unhan) Laksda TNI DR. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D. menyampaikan rencana kerjasama pertahanan Indonesia dan Uni Eropa antar universitas bidang pendidikan dan latihan. Paparan tersebut disampaikan pada acara European Union Defense Attaches Meeting tanggal 13 September 2017 yang dihadiri Wakil Duta Besar Uni Eropa Charles Michel Geurtz dan 15 Atase Pertahanan dari negara-negara anggota Uni Eropa.

Paparan berjudul “International Cooperation in the Area of Defense Education and Training: Indonesia Perspective” itu banyak membahas peluang peningkatan kerjasama antara Unhan dengan seluruh negara anggota Uni Eropa dalam kerangka ASEAN Political-Security Community dan pencapaian akreditasi internasional Unhan sebagai World Class Defense University tahun 2024.

Menurut informasi yang diterima redaksi dari Unhan, pertemuan ini juga membahas kerjasama pertahanan ke depan. Hal itu dimaksudkan sebagai bentuk tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo ke Brussels pada tanggal 21 April 2016 lalu.

Beberapa rencana kerjasama juga selaras dengan hasil pertemuan pertama Joint Committee dalam kerangka Partnership and Cooperation Agreement (PCA) antara Indonesia dan Uni Eropa yang juga diselenggarakan di Brussels tanggal 28 dan 29 November 2016.

Menurut Octavian, kerjasama internasional dalam rangka pendidikan dan latihan lebih diarahkan untuk meningkatkan profesionalitas prajurit TNI sekaligus membangun Confidence Building Measures (CBM).

“Untuk meningkatkan mutu pendidikan fokusnya adalah mencapai tingkat kesetaraan ilmu pertahanan melalui pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, penyelenggaraan bersama seminar-seminar internasional, dan publikasi ilmiah,” terang lulusan AAL tahun 1988 ini.

“Sedangkan untuk meningkatkan pelatihan fokusnya adalah standarisasi kompetensi dan kapasitas militer melalui penetapan parameter kompetensi bintara-tamtama, kapasitas perwira, efektifitas operasi militer, efisiensi latihan militer dan dukungan logistik,” pungkasnya.

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

23 hours ago

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

3 days ago

September 2026, Throughput TPS Solid Capai 120.725 TEUs

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…

4 days ago

NPCT 1 Raih ILA Award 2026 kategori Container Terminal Operator of the Year

Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…

4 days ago

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

1 week ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

2 weeks ago