Tumpahan CPO di pelabuhan Teluk Bayur

MN, Teluk Bayur – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur mengerahkan 4 Kapal Patroli KPLP yaitu KNP 356, KNP. 520, KN SV 17 dan KN SV 17-202 untuk melakukan operasi penanggulangan tumpahan 50 ton crude palm oil (CPO) dari klep pipa tangki timbun yang diduga terlepas saat menyalurkan ke kapal, Kamis (28/9).

“Tidak ada bahan berbahaya yang tumpah ke laut melainkan crude palm oli, saat ini lokasi tumpahan telah diisolir dan hanya tersisa sekitar 10 ton yang masih menggenangi pantai. Kami juga meminta pihak TNI AL membantu pelokalisiran tumpahan yang tercemar di perairan Teluk Bayur,” jelas Kepala KSOP Teluk Bayur, Yus Usmany kepada Maritimnews, Jumat (29/9).

Selain personil KPLP, pihak KSOP Teluk Bayur dalam operasi penanggulangan tumpahan 50 ton CPO jenis PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) milik PT Wira Inomas dibantu oleh 6 unit kapal Nelayan dan 1 unit tug boat Pandu KT Selat Siberut, serta personil TNI AL. Bahkan Wagub Sumatera Barat turut meninjau lokasi tumpahan didampingi Kepala Bea Cukai menggunakan kapal KPLP.

Tampak Wagub Sumatera Barat saat meninjau lokasi tumpahan CPO

Ditempat terpisah Plt Dirjen Perhubungan Laut, Bay M. Hasani menjelaskan, bahwa KSOP Teluk Bayur menerima laporan terjadinya tumpahan CPO dari PT Pelindo II cabang Teluk Bayur. “Kami berdasarkan Keppres Nomor 109 tahun 2006 adalah Mission Coordinator (MC) Tier 1, serta selaku wakil pemerintah tertinggi di pelabuhan langsung berkoordinasi dengan stakeholder terkait di pelabuhan Teluk Bayur,” ujarnya.

Tier 1 adalah kategorisasi penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak yang terjadi di dalam atau di luar DLKP dan DLKR Pelabuhan, atau unit pengusahaan minyak dan gas bumi atau unit kegiatan lain, guna ditangani oleh sarana, prasarana dan personil yang tersedia pada pelabuhan atau unit pengusahaan minyak dan gas bumi atau unit kegiatan lain.

(Bayu/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *