Categories: PelayaranTerbaru

Butuh Sinergi Pelayaran Swasta dan BUMN untuk Program Tol Laut

Pengurus Kadin saat diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka

MN, Jakarta – Program tol laut diusulkan agar dioptimalkan dengan sinergi pelayaran BUMN dan swasta. Sinergi dibangun adalah pemanfaatan ruang muat pelayaran swasta nasional. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum (WKU) Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto

Menurut Carmelita, kapal-kapal tol laut milik BUMN tidak perlu mengambil muatan bahan pokok dari origin port seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Dengan begitu akan terjadi penghematan anggaran subsidi tol laut bisa lebih dari 20 persen atau sekitar Rp 70 miliar.

“Bersama peran swasta, maka program tol laut nantinya akan berjalan lebih optimal dan sukses. Kami mendukung Pak Jokowi agar program tol laut benar-benar berhasil,” jelas Carmelita bersama Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani beserta seluruh WKU dan Ketua Kadin Provinsi saat diterima Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Merdeka, Kamis (26/10),

Kadin Indonesia mencatat beberapa rute dan pelabuhan tol laut yang yang bersinggungan dengan trayek pelayaran swasta nasional, seperti T4 – T11 – T12 dan T13, yakni pelabuhan seperti Bau Bau – Manokwari – Dobo – Merauke – Nabire – Serui – Biak – Fak Fak – Kaimana dan Timika.

Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan, pelayaran nasional sedang mengembangkansystem e-booking atau booking online guna memudahkan transparansi informasi, sekaligus memutus peran pihak ketiga sebagai perantara antara pemilik barang dan pelayaran yang dapat mengakibatkan biaya ekonomi tinggi.

Carmelita juga menyampaikan persoalan menyangkut angkutan kapal Roll on roll off (Roro). Diharapkan kapal yang melayani pelayaran jarak pendek atau short sea shipping mendapatkan perlakuan khusus di pelabuhan, dengan  diberikan tarif kepelabuhanan yang kompetitif, misalnya komponen biaya tambat kapal.

“Dalam rangka meningkatkan daya saing kapal Roro dan sukseskan program pelayaran jarak pendek, maka perlakuan khusus pada angkutan Roro sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

1 day ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

2 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

3 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

4 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

5 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

7 days ago