Published On: Fri, Jun 22nd, 2018

Tragedi KM Sinar Bangun, Ganti Menhub dengan yang Lebih Paham Maritim!

Menhub Budi Karya Sumadi

MN, Jakarta – Terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, (18/6) lalu, pengamat maritim dari lembaga National Maritime Institute, Siswanto Rusdi.menilai sulit mengharap perbaikan kualitas pelayanan kapal-kapal tradisional yang melayani rakyat kecil di pelosok Indonesia

“Kapal-kapal kayu yang ada di Indonesia timur, misalnya, hanya seberat 7 GT (gross ton) yang menampung 20-30 orang. Mereka sandar di pelabuhan yang kecil. Kalaupun dipungut retribusinya, itu nggak akan cukup untuk merawat fasilitas,” kata Siswanto melalui pesan elektroniknya kepada redaksi, Jumat, (22/6).

Perbaikan kondisi keselamatan dan keamanan pelayaran itu, menurutnya, bisa terjadi jika Kementerian Perhubungan melakukan gebrakan inisiatif. Tapi, hal itu tidak kunjung dilakukan walaupun telah rentetan kejadian kecelakaan kapal yang membuat citra Indonesia di mata internasional kian tercoreng.

Di Teluk Jakarta, 1 Januari 2017 lalu, KM Zahro Express terbakar yang menewaskan 23 orang.

“Zahro terbakar, apa perbaikan oleh Kementerian Perhubungan? Nol. Ada yang dilakukan Ditjen Perhubungan Laut? Nggak ada. Business as usual. Sudah tahu kapal itu nggak bisa melakukan kedaruratan, nggak ada tergerak Kementerian Perhubungan kasih life jacket,” bebernya.

Ia pun merujuk pada empat kecelakaan kapal selama Juni ini menimpa kapal penumpang di bawah 500 GT.

KM Cikal tenggelam di Banggai, Sulawesi Tengah pada 12 Juni. Pada hari yang sama, KM Arista karam di perairan Makassar. Setidaknya 17 penumpang tewas dalam kejadian itu. Sehari setelahnya, kapal cepat Albert pecah lambung di Selat Bangka dan menyebabkan tiga penumpang tewas.

”Berapa orang lagi yang harus berhenti bernafas di laut agar Pak Menhub dan Dirjen Hubla tergerak nuraninya dan mundur dari jabatan,” tandasnya.

Pertimbangan tersebut juga merujuk pada kejadian tenggelamnya kapal Sewol di Korea Selatan pada tahun 2014, bukan hanya menterinya yang mundur, tapi kepala negaranya juga mundur.

Di tempat terpisah. Ketua Pelaut Pergerakan Indonesia (PPI) Andriyani Sanusi menyatakan dalam kejadian beruntun kecelekaan kapal yang menimpa dunia perairan Indonesia, sudah sepatutnya Menhub Budi Karya Sumadi mengundurkan diri.

“Kalau tidak mengundurkan diri alangkah baiknya kalau Bapak Presiden memecatnya atau reshuffle. Kasihan juga Bapak Presiden memiliki visi poros maritim dunia tapi tidak diikuti oleh semangat para pembantunya,” kata Andry.

Ia menyarankan agar penggantinya nanti merupakan sosok yang mengerti maritim mengingat visi presiden adalah poros maritim dunia, sementara kejadian kecelakaan kapal tak kunjung menurun, justru meningkat drastis di tahun ini.

Ketika disinggung sosok yang tepat, ia menyatakan mantan Kasal Laksamana TNI (Purn) Marsetio yang kini menjabat sebagai ketua delegasi IMO dan staf ahli di beberapa kementerian layak menempati posisi tersebut.

“Saya lihat Pak Marsetio tepat untuk membenahi karut marutnya dunia pelayaran Indonesia yang terus memakan korban. Selamatkan jiwa bangsa Indoensia, selamatkan poros maritim dunia,” pungkasnya. (hsn)

 

 

 

 

 

Top of Form

 


About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

alterntif text
alterntif text
alterntif text
Connect with us on social networks
Recommend on Google
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com