Published On: Thu, Aug 30th, 2018

Jelang Manlap, Peserta Latihan Simulasi PKS Mantapkan Drill

Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa, M.Pd. memberikan pengarahan latihan kepada peserta latihan drill di Dermaga Satsel Koarmada II, Ujung Surabaya, Jum’at (24/08).

Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa, M.Pd. memberikan pengarahan latihan kepada peserta latihan drill di Dermaga Satsel Koarmada II, Ujung Surabaya, Jum’at (24/08).

MN, Surabaya – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latihan Simulasi Penyelamatan Kapal Selam (PKS) Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa, M.Pd. memberikan pengarahan latihan kepada peserta latihan drill di Dermaga Satsel Koarmada II, Ujung Surabaya, Jum’at (24/08).

Perwira TNI AL yang dalam kesehariannya bertugas sebagai Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II ini, memberikan pengarahan guna memantapkan palaksanaan manuver lapangan (manlap) yang berlangsung dari tanggal 27 s.d 30 Agustus 2018. Dalam pengarahannya, ia menyampaikan berbagai materi yang diujikan serta penekanan tentang keselamatan latihan kepada seluruh peserta latihan simulasi PKS.

Dalam latihan drill basah, peserta melaksanakan recovery escapes menggunakan MK-11 yang disimulasikan telah meluncur dari kapal selam hingga muncul ke permukaan. Selain itu, dilaksanakan recovery oleh tim recovery yang terdiri dari Penyelam Dislambair dan Tim Kesehatan untuk menguji drill triase dan medical treatment di Chamber KRI Pulau Rengat-711 maupun Chamber Lakesla TNI Angkatan Laut.

Prosedur pencarian serta penyelamatan kapal selam melalui aplikasi operasi SAR Laut ini melibatkan unsur-unsur di atas air seperti, KRI  Sultan Iskandar Muda-367, KRI Pulau Rengat-711, KRI Spica-934 dan unsur bawah air yaitu kapal selam KRI Nanggala-402, serta tim pendukung dari Basarnas maupun unsur udara Puspenerbal yang menugaskan CN-235 P-8301 dan Heli Panther HS-4027.

Melalui operasi penyelamatan kapal selam yang ditandai dengan Distressed Submarine (Dissub), di mana kapal selam yang sedang mengalami kondisi darurat harus segera diselamatkan. Salah satu metode penyelamatan kru kapal selam adalah dengan tower escape di mana para kru melalui conning tower kapal selam meluncur ke permukaan dengan menggunakan baju Submarine Escape Immersion Equipment (SEIE) MK-11.

Setelah para kru/escapes timbul di permukaan, tim recovery segera dibawa ke EGS yang dilengkapi dengan peralatan medis, termasuk chamber untuk melaksanakan perawatan medis.

Pada kondisi ini EGS harus sigap dan cepat. Gerak mereka dicatat dalam sebuah kesatuan waktu selama misi penyelamatan.Time to first rescue adalah total waktu yang dibutuhkan sejak zero time (dinyatakan dalam kondisi darurat) sampai dengan awak pertama berhasil diselamatkan.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

alterntif text
alterntif text
alterntif text
Connect with us on social networks
Recommend on Google