Published On: Sat, Dec 15th, 2018

Sikapi Pilpres 2019, ISLA-UNHAS Gelar Dialog Akhir Tahun Bertema Kelautan

Suasana Dialog Akhir Tahun yang mengangkat tema "Pilpres 2019 dan Harapan Baru Kelautan Nasional" di Bangi Kopi Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (15/12).

Suasana Dialog Akhir Tahun yang mengangkat tema “Pilpres 2019 dan Harapan Baru Kelautan Nasional” di Bangi Kopi Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (15/12).

MNOL, Jakarta – Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-UNHAS) menggelar Dialog Akhir Tahun yang mengangkat tema “Pilpres 2019 dan Harapan Baru Kelautan Nasional” di Bangi Kopi Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (15/12).

Forum diskusi yang dihadiri oleh praktisi, akademisi, mahasiswa, serta jurnalis dari berbagai institusi tersebut, digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban ISLA-UNHAS terhadap perkembangan kondisi sektor kelautan Indonesia dewasa ini, khususnya di waktu-waktu mendekati Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

“Sebagai oranisasi profesi, ISLA-UNHAS merasa bertanggungjawab untuk mendorong gagasan dan program yang memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan kelautan Indonesia. Hal inilah yang mendorong kami untuk menyusun dialog akhir tahun ini, dengan hiporia menyambut Pilpres 2019 mendatang,” ungkap Ketua Umum ISLA-UNHAS Darwis Ismail, S.T.,MMA..

Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa tujuan diselenggarakannya dialog lintas instansi ini, yang pada dasarnya mengerucut pada pengelolaan sektor kemaritiman nasional kita yang berkelanjutan, yang fungsi utamanya untuk menopang peningkatan perekonomian nasional kita.

“Pada dasarya, forum yang kami gagas bersama ini, tercetus sebagai refleksi kondisi terkini sektor kelautan negeri ini. Di mana tujuan akhirnya ialah untuk memberikan rekomendasi gagasan dan program strategis untuk pembangunan kelautan nasional dan terwujudnya strategi pengelolaan sektor kelautan kita yang berkelanjutan dalam upaya mendukung peningkatan perekonomian nasional kita,” lanjutnya.

Selain dua tujuan di atas, ia juga mengungkapkan bahwa forum diskusi ini bisa merangsang terjalinnya sinergi antar lembaga atau institusi terkait kemaritiman yang merupakan salah satu upaya mendukung kebijakan pembangunan sektor kemaritiman dan kelautan negeri ini.

Sebagai pemimpin salah satu organisasi profesi yang kelahirannya jauh sebelum sektor kemaritiman dan kelautan kembali bergaung di negeri ini, Darwis Ismail berharap dalam ajang pemilihan presiden mendatang, bisa melahirkan pemimpin yang tetap menjadikan kemaritiman sebagai prioritas nasional, seperti halnya pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini yang menjadikan ‘Poros Maritim Dunia’ sebagai visi utamanya.

“Harapan kami, siapa pun yang terpilih menjadi presiden nanti, sektor kemaritiman tetap menjadi prioritas nasional pemerintahan mendatang, sehingga program-program yang telah dimulai pada saat ini tetap terus berlanjut dan kalau bisa berkembang lebih jauh,” pungkasnya.

Sebagai forum diskusi dengan topik yang terkait permasalahan nasional, forum ini menghadirkan banyak narasumber yang berasal dari akademisi maupun praktisi kemaritiman tanah air, antara lain Siswanto Rusdi (NAMARIN), Ipung (Forum Kampung Nusantara), Zulhamsyah Imran (Deputi Direktur  Seomeo Biotrop), Irwan Muliawan (Gistek Indonesia), serta Muhammad Jufri (Pembangunan Sosial Masyarakat).

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

alterntif text
alterntif text
alterntif text
Connect with us on social networks
Recommend on Google