Published On: Thu, Sep 12th, 2019

CFS Center Pelabuhan Tanjung Priok, Aset Negara yang Mubazir

CFS Center di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara

MN, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia II atau IPC hingga kini dinilai tidak mampu mengoperasikan sendiri fasilitas container freight station (CFS) Center di pelabuhan Tanjung Priok, sehingga aset negara itu menjadi mubazir.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Widijanto, sebab sejak tahun 2017 hingga September 2019, aset negara itu masih terlihat kosong tanpa kegiatan.

“Menjaring pasar barang impor LCL untuk dipindahkan ke CFS Center di pelabuhan Priok pekerjaan tidak mudah, serahkan saja ke swasta yang memang punya pasar,” terang Widijanto kepada Maritimnews di Jakarta, Rabu (11/9).

Saat ini perusahaan konsolidasi lebih banyak menggunakan CFS di luar pelabuhan. Apalagi, kehadiran PLB (Pusat Logistik Berikat) bisa membuat CFS dan depo peti kemas di area pelabuhan gulung tikar.

“Fasilitas PLB yang lokasinya berdekatan dengan kawasan industri, dinilai lebih mudah dan cepat bagi kegiatan petikemas impor. Dipastikan keberadaannya akan lebih efisien,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Direktur Utama PT Pelindo II/IPC, Elvyn G Massassya pernah menuturkan bahwa CFS Center yang dibuka pada 20 November 2017, ditargetkan untuk transparansi biaya petikemas impor berstatus LCL (Less Than Container Load) yang masih dalam pengawasan Kepabeanan.

(Bayu/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

alterntif text
alterntif text
alterntif text
Connect with us on social networks
Recommend on Google