Geliat ekonomi maritim jadi andalan pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi
MN, Jakarta – Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan berkomitmen penuh untuk mendorong ekspor komoditas di wilayah Yogyakarta, Luwuk, Merauke, dan Semarang.
Hal ini dikemukakan Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat yang mengungkapkan bahwa Bea Cukai Yogyakarta akan melayani dokumen ekspor PT. Mega Andalan Kalasan (MAK) berupa 88 box Hospital Furniture ke Melbourne, Australia, dengan nilai devisa mencapai US$ 45,504 atau sekitar Rp. 640 juta, pada Kamis (7/1).
PT. MAK sendiri merupakan salah satu perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat. Selain melakukan ekspor ke Australia, PT. MAK juga mengirim produknya ke Jepang, Myanmar, Filipina, Perancis, dan beberapa negara lainnya.
Lebih lanjut, Bea Cukai Yogyakarta juga memfasilitasi ekspor CV. Berkat Marina Jaya yang hingga 8 Januari 2021, telah melakukan tiga kali ekspor ikan segar dengan total berat mencapai 1.311 kg yang jumlah devisanya mencapai US$ 1.818,89. Petugas Bea Cukai Jogja juga berkoordinasi dengan balai karantina untuk melakukan pemeriksaan setiap ikan yang akan diekspor tersebut melalui Yogyakarta International Airport.
Selain itu, Syarief juga menerangkan tentang geliat perekonomian pada wilayah perbatasan negara di Papua Selatan, tepatnya di Kelurahan Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digul, mulai bangkit dengan realisasi ekspor produk Crude Palm Oil (CPO) yang dilakukan oleh PT. Bio Inti Agrindo ke negara India, Senin (18/1).
Berdasarkan laporan pemeriksaan fisik dan pengawasan pemuatan barang yang dilakukan oleh petugas Bea Cukai Merauke, realisasi ekspor CPO yang dilakukan oleh PT. Bio Inti Agrindo adalah sebesar 6.375 Metric Ton (MT) dengan penerimaan bea keluar sebesar Rp. 6,6 miliar dan penerimaan dana sawit sebesar Rp. 20,1 miliar.
“Penerimaan negara ini sangat berarti sekali bagi perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19 ini, hal ini juga menjadi sinyal positif bangkitnya roda perekonomian khususnya kegiatan ekspor di wilayah Indonesia Timur,” ujar Syarif dalam keterangan resminya, Senin (25/1).
Sementara itu, pada hari yang sama Kantor Bea Cukai Luwuk turut memfasilitasi pelepasan ekspor Frozen Octopus Cyanea (gurita beku) oleh PT. Banggai Indo Gemilang (BIG) ke Meksiko sebanyak 20,5 MT atau senilai Rp. 982 juta yang dimuat dalam kontainer ukuran 40 kaki, di Kawasan Pelabuhan Tangkiang, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
“Diharapkan dengan kegiatan ekspor ini, dapat mendorong kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat hingga penerimaan nasional,” harapnya.
Selain realisasi ekspor, fasilitas juga diberikan berupa asistensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Bea Cukai Semarang di Kantor Administrator KEK Kendal Industrial Park, Senin (11/1).
Asistensi dilakukan oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai I, Rijanto, yang membahas mengenai pemberian fasilitas KEK dan Masterlist kepada PT. Borine Technology Indonesia, PT. Auri Steel Metalindo, dan PT. Indesso Aroma.
“Dengan diadakannya asistensi KEK ini, diharapkan KEK Kendal kedepannya dapat semakin berkembang dan menarik minat investasi yang lebih banyak lagi sehingga dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.
Jakarta (Maritimnews) - Kegiatan rutin donor darah sebagai bentuk komitmen sosial perusahaan atau TJSL (Tanggung…
Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Palembang mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025,…
Makassar (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan sejak dini, khususnya bagi para…
Jakarta (Maritimnews) - Meningkatnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan di Port of Tanjung Priok berdampak positif,…
Pontianak (Maritimnews) - Seiring menguatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di Provinsi Kalimantan Barat, IPC…
Oleh: Mohamad Erwin Y Zubir (INSA JAYA) Pertanyaan ini tak lagi bersifat teoritis tapi lahir…