Published On: Wed, Feb 10th, 2021

Semrawut, Kesan Pelabuhan Tanjung Priok dan Truk Petikemas

Suasana padat di pintu gerbang masuk pelabuhan Tanjung Priok juga kerap terjadi di pagi hari

MN, Jakarta – Aktivitas puluhan kendaraan truk trailer ketika melakukan kegiatan mengangkut cargo atau petikemas di kawasan pelabuhan Tanjung Priok, terkesan semrawut. Khususnya kepadatan terlihat memasuki jadwal open stack dan closing time di area terminal/lapangan petikemas.

Secara keseluruhan saat situasi kemacetan berlangsung ikut pula diwarnai truk-truk yang kerap berhenti di beberapa bahu jalan, kegiatan “parkir liar” biasa terlihat pada waktu malam hari di pelabuhan internasional tersebut.

Keberadaan truk-truk petikemas mengambil posisi memarkir kendaraan di bahu jalan (entah keperluan apa?), antara lain dekat Mesjid Al Khodamuttaqwa sampai jalan Payung yang menuju Pos Satu pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Beberapa truk trailer juga suka “parkir liar” mungkin menunggu schedule bongkar/muat di sepanjang bahu jalan ke arah Terminal Penumpang Nusantara, baik itu truk tanpa petikemas maupun yang sedang bawa empty container.

Menanggapi situasi diatas, Direktur Namarin, Siswanto Rusdi mengatakan, keberadaan truk-truk parkir dibahu jalan area pelabuhan Tanjung Priok terkesan semrawut, padahal PT Pelindo II sudah menyiapkan lahan kantong parkir. Tersirat belum optimalnya pemanfaatan buffer area seluas dua hektar di Inggom.

“Lokasi buffer trucking di kawasan Inggom harus ditata ulang, pakai sistem terpadu untuk mendukung aktivitas truk saat melakukan kegiatan angkut petikemas, misal tujuan NPCT One pelabuhan Tanjung Priok,” jelas Siswanto kepada Maritimnews di Jakarta bertepatan Hari Pers Nasional, Selasa (9/2).

Sebaiknya, terang Siswanto, seluruh pihak berkepentingan di pelabuhan Tanjung Priok duduk bersama merealisasikan fungsi buffer trucking, dipimpin oleh Regulator dalam hal ini Otoritas Pelabuhan Utama agar kepadatan terurai di waktu tertentu dan supir truk nyaman menjalani kegiatan di terminal petikemas.

“Saya kira solusinya bukan cuma melalui penerapan single Truck Identity Document (TID) saja, keberadaan fasilitas buffer trucking yang telah tersedia di wilayah Inggom yang mampu menampung 1.100 truk harus segera difungsikan lebih optimal,” ujarnya.

Siswanto mengingatkan, upaya mengurai kepadatan membutuhkan sistem yang konsisten dan tegas di buffer trucking, dalam rangka kepastian jadwal truk dalam melayani aktivitas mengangkut petikemas. Tujuannya untuk tidak timbul kemacetan di pelabuhan Tanjung Priok.

“Belum lagi soal kepadatan truk petikemas di Terminal 3 pelabuhan Tanjung Priok yang kerap terlihat antri di jalanan menjelang closing time. Ini menjadi tugas dan kewajiban Pemerintah guna mendukung kelancaran arus barang di pelabuhan,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com