Harry Sutanto
MN, Jakarta – Langkah merger dan integrasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) I, II, III, IV menjadi satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pelabuhan, dapat dianalogikan ibarat empat kapal besar, tentunya dengan ukuran berbeda. Kemudian dijadikan sebagai satu kapal raksasa atau mega carrier. Kini pertanyaannya, who’s next leader Pelindo?
Harry Sutanto, salah satu Ketua Himpunan Ahli Pelabuhan Indonesia (HAPI) mengatakan, bahwa merger Pelindo merupakan langkah tepat dan bersejarah, namun yang kritikal adalah siapa CEO yang akan memimpin dan menghela Pelindo Bersatu dalam rangka mewujudkan industri kepelabuhanan nasional serta meningkatkan konektivitas maritim.
“Saya sangat yakin talent yang ada sekarang ini diinternal Pelindo, mampu untuk mengemban tugas sebagai nakhoda Pelindo Bersatu,” tutur Harry Sutanto kepada Maritimnews di Jakarta, Rabu (1/9).
Harry menegaskan, sebaiknya sang leader/nakhoda merupakan sosok yang punya knowledge industri kepelabuhanan yang dinamis, dan harus dari dalam Pelindo sendiri. Sebab integrasi bukan hanya masalah teknikal, tapi ada tugas sama beratnya, yaitu kemampuan mengharmonisasikan 4 kultur wilayah berbeda menjadi kultur Pelindo pasca merger.
“Pasca merger, kebijakan Pelindo Bersatu harus lebih ramah kepada pasar, khususnya mengenai kebijakan pentarifan dan kebijakan bersifat relaksasi pada saat pandemi Covid-19 yang belum dapat diprediksi sampai kapan bakal berakhir,” pungkasnya.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…