
MN, Jakarta – Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (OP) Tanjung Priok bersama PT Pelindo (Persero) menggelar acara Coffee Morning di Museum Maritim, Rabu (17/11) yang diselenggarakan dalam rangka menjalin komunikasi, sinergitas, kolaborasi, dan koordinasi antara Instansi Pemerintah, Stakeholders, Asosiasi yang ada di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.
Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok (KaOP), Capt Wisnu Handoko dalam kata sambutannya, menyampaikan, bahwa tujuan acara tersebut untuk meningkatkan sinergitas dan kolaborasi antara Instansi Pemerintah, Stakeholders, dan Asosiasi di Pelabuhan Tanjung Priok dalam mendukung peningkatan pelayanan.
Adapun sinergitas dimaksud, antara lain implementasi beberapa sistem pelayanan yang telah berjalan di Pelabuhan Tanjung Priok yakni Inaportnet, Sistem Single Truck Identification Data (STID), Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (SIMON TKBM), termasuk Sistem Digitalisasi yang ada pada masing-masing Instansi.
Capt Wisnu juga menyampaikan sektor yang menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpotensi terjadinya kebocoran yang disampaikan pada saat Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) pada tanggal 11 November 2021.
“Empat sektor menurut KPK yang berpotensi terjadinya kebocoran negara yaitu masih ditemukan adanya OP/KSOP yang tidak menggunakan sistem aplikasi; Layanan jasa pelabuhan yang tidak direkam dalam sistem; Masih ditemukannya ketidaksesuaian kebutuhan, kualifikasi kelembagaan, dan proses implementasi kerja pada proses bongkar muat di pelabuhan; dan Masalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas,” paparnya.
Ka OP menjelaskan beberapa sistem pelayanan yang telah berjalan di Pelabuhan Tanjung Priok dan beberapa hal yang menjadi fokus pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Pelabuhan Tanjung Priok.
Menurut Capt Wisnu, pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Pelabuhan Tanjung Priok adalah fokus pada substansi perubahan, Kinerja Utama dan Peran Unit Kerja, potensi resiko dan isu strategis dalam upaya mencapai Kinerja, pengembangkan inovasi (strategi/program/kegiatan) yang tepat guna, monitoring dan evaluasi (monev) dampak dan manfaat atas program tersebut, kolaborasi dan sinergi antar Unit Kerja di area kawasan.
“Kami berterima kasih serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Instansi Pemerintah, Stakeholders, dan Asosiasi di Pelabuhan Tanjung Priok yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung peningkatan pelayanan. Semoga semakin menjadi pelabuhan berdaya saing, dan dapat memberikan nilai tambah serta bertaraf Internasional,” pungkasnya.
(Bayu/MN)






