Branch Manager SPMT Makassar, Sardi
Makassar (Maritimnews) – Throughput Subholding Pelindo Multipurpose Terminal (SPMT) Makassar beberapa tahun terakhir didominasi oleh komoditi curah kering antara lain Gandum, Soy Bean Meal (SBM) atau bungkil kedelai, dan Pasir. Pada catatan tahun 2024 saja, arus bongkar muat khusus curah kering yang ditangani oleh SPMT Makassar mencapai 2.235.107 Ton.
Sedangkan data keseluruhan throughput cargo tahun 2024 Branch SPMT Makassar, yakni General Cargo 448.027 Ton, Bag Cargo 578.024 Ton, Curah Cair 71.211 Ton, Curah Kering 2.235.107 Ton, dan Petikemas 10.952 TEUs.
BM SPMT Makassar, Sardi menjelaskan, bahwa soal produktivitas, pihaknya memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jaringan dengan menjajaki kerja sama dengan berbagai pelaku usaha di kawasan Sulawesi, bahkan Kalimantan.
“Bicara target angka throughput SPMT Makassar pada tahun 2025 ini, kami upayakan all out agar bisa tercapai,” terang Sardi kepada Maritimnews di Makassar, Rabu (12/03).
Upaya Kolaborasi Dengan TUKS
Dalam rangka meningkatkan produktivitas arus barang khususnya non petikemas, pihak SPMT Makassar juga berupaya membangun kesepakatan kolaborasi dengan TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri) bersinergi meningkatkan produktivitas dan kelancaran arus barang di wilayah timur Indonesia.
(Bayu Jagadsea/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…