MN, Jakarta – Ikatan Alumni Nasional Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (Ikanas STAN) sukses menggelar Kongres dan Reuni Akbar 2025 di Komplek Kampus PKN STAN, Jl. Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Sabtu (6/12).
Selain bertujuan untuk regenerasi kepengurusan, rangkaian acara yang pada klimaksnya menghadirkan Ari Lasso dan Dewa 19 ft Virzha ini, juga menjadi ajang silaturahmi antar sesama alumni dan pengenalan dengan mahasiswa aktif yang nantinya akan menjadi penerus organisasi ini.
Rangkaian acara tiga tahunan ini sendiri menghasilkan Muhamad Fajar Putranto sebagai Ketua Umum dan Hermin Rachmawati sebagai wakilnya, menggantikan pasangan Heru Muara Sidik dan Taufik Supriyadi yang sukses memimpin organisasi sebaran anggota hingga pelosok Nusantara ini selama tiga tahun terakhir.
Sebagai Ketua Umum terpilih, Fajar langsung bergerak cepat menyusun program berbagai program yang nantinya diperuntukan untuk kebutuhan dan kemajuan alumni kampus yang saat ini sudah merambah ke berbagai sektor, lembaga, dan hingga lintas kementerian. Tak terbatas pada itu, Fajar juga menekankan besarnya potensi Ikanas yang sedari awal mendaftar untuk berkuliah di STAN, sudah disaring dengan sangat ketat.
“STAN itu menarik, sekolah yang menarik. Jadi, buat inputnya, itu pasti saringannya tinggi sekali. Dari IQ dan kemampuan sudah pasti tinggi. Lalu, Ikanas sendiri kalau kita lihat dari anggota-anggotanya itu pintar-pintar, S2 dan S3 di luar negeri,” ungkapnya.
Melihat potensi besar tersebut, dalam tiga tahun kepemimpinannya nanti, Fajar akan merangkul para alumni dengan profil cemerlang ini untuk kembali ke kampus bersama-sama memikirkan beragam hal yang bisa menjadi terobosan untuk langkah dna tindakan pemerintah.
“Yang coba kami lihat adalah potensi Ikanasnya itu sendiri di luar aktivitas mereka sehari-hari, misalnya yang sebagai ASN akan kita bawa ke kampus lagi. Yang pertama itu ada potensi bisa bantu pemerintah,” tambahnya.
Dengan lebih dari 80.000 anggota, ditambah persebaran domisili dan penempatan anggota – anggota tersebut yang merata hingga titik terluar negeri ini, ia yakin akan banyak hal yang bisa Ikanas berikan untuk pemerintah yang tentunya harus menyentuh akar rumput di berbagai medan, di mana hal inilah yang selama ini menjadi kesulitan banyak pihak termasuk pemerintah itu sendiri untuk menjangkaunya.
“ Jadi ada program Business Ready dari World Bank yang kalau kami lihat untuk di level provinsi itu belum ada. Nah Ikanas itu karena anggotanya tersebar itu tersebar di seluruh Indonesia, kami bisa bantu di area tersebut,” tukasnya.
Lebih jauh, dengan potensi besar yang telah dijabarkan sebelumnya serta keahlian tiap-tiap individu yang tergabung di dalamnya, Fajar meyakini Ikanas ke depannya bisa menjadi lembaga yang berperan penting sebagai partner pemerintah dalam menggapai pertumbuhan ekonomi negeri ini, yang targetnya mencapai 8%. “Kalau kami lihat karena basisnya Akunting dan Ekonomi, kami pikir Think Thank Ikanas itu mesti kita Elevate lagi. Mungkin yang terpikir bagaimana caranya kita buat Call fo Papper buat masalah di Indonesia, terus kita buat Hybrid Simposium . Jadi itu akan lebih mengasah apa yang mereka tuliskan, apa yang mereka lakukan, lalu kita uji pemikirannya, pungkasnya.”






