Bandar Lampung (Maritimnews) – Transformasi layanan dan penguatan daya saing terminal berdampak pada peningkatan arus peti kemas di IPC TPK area Panjang, dimana throughput untuk tahun 2025 berhasil tumbuh signifikan mencapai 25,1% atau tercatat total sebesar 128.675 TEUs, dan peningkatan throughput tersebut didorong oleh lonjakan ekspor komoditas Kopi, Tapioka, Gliserin dan Nanas.
Manager Area IPC TPK Panjang, Anang Subagyono menjelaskan kepada Maritimnews baru-baru ini, bahwa keberhasilan peningkatan throughput petikemas di Pelabuhan Panjang tidak terlepas dari komoditi baru serta pola operasi yang tepat termasuk mendorong optimalisasi layanan CFS (Container Freight Station), dan rute direct call ekspor ke negara-negara Eropa, China dan Asia tengah.
Sementara itu dalam rangka meningkatkan level of service dan memenuhi kebutuhan fasilitas reefer plug bagi pengguna jasa khususnya produk fresh fruit (frozen shrimp, fresh pineapple, fresh bananas), IPC TPK Panjang telah menyediakan fasilitas reefer plug sebanyak 140 unit.
“Kedepan kami akan terus berupanya meningkatkan performance kinerja melalui penguatan operasional dan layanan, antara lain berkolaborasi dengan customer guna menggali potensi baru untuk meningkatkan volume ekspor dari pelabuhan Panjang,” pungkasnya.
(Bayu Jagadsea/MN)
Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…
Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…
Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…
Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…
Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…
Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…