Jakarta (Maritimnews) – Keluarga Besar Federasi Serikat Pekerja (FSP BUMN Bersatu) berdukacita atas kejadian tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/04). Musibah memilukan ini menjadi titik tolak bagi seluruh pemangku kepentingan, baik Pemerintah maupun pihak Operator.
Ketua Harian FSP BUMN Bersatu, Djusman Umar menyatakan satu sikap; bahwa harus dilakukan audit investigatif dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi kita, dimana kelalaian sistem maupun infrastruktur tidak boleh lagi dimaklumi. Tragedi memilukan semacam ini pantang terulang kembali di atas tanah Republik Indonesia, harus ada perbaikan yang nyata.
“Nyawa manusia tidak bisa ditukar dengan dalih kendala operasional apa pun. Cukup sampai di sini,” tegas Ale sapaan Djusman Umar kepada Maritimnews di Jakarta, Selasa (28/04).
Melalui pernyataan resmi FSP BUMN Bersatu, rasa duka cita dan doa juga solidaritas penuh telah kami dedikasikan bagi semua pihak yang terdampak. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi dan memberikan jalan terang bagi bangsa Indonesia dalam melewati ujian berat ini.
(Bayu Jagadsea/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…