
MNOL, Jakarta – Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Franky Sibarani menyebutkan, beberapa investor asal Jepang berminat berinvestasi untuk jasa angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dari Surabaya ke wilayah timur Indonesia, termasuk Irian Jaya.
Besaran nilai dana yang diprediksikan sebesar 365 miliar dolar AS. Hal itu berdasarkan kunjungan kerjanya di Jepang.
Dimana, dia melakukan pertemuan dengan pengusaha yang berasal dari tiga kota yakni Fukuoka, Nagoya, dan Tokyo. Tentunya ha hal itu ditujukan untuk mempercepat laju investasi dalam negeri yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dan kami akan memfasilitasi minat investasi yang tergolong strategis tersebut. Program tol laut bertujuan untuk mempermudah arus barang, terutama di daerah Indonesia. Ini akan berdampak positif pada pemerataan pembangunan,” ujarnya seperti dikutip dari pers rilisnya, Jakarta, Jumat (10/6).
Dirinya pun menyebutkan, bahwa minat investasi dari perusahaan jasa angkutan laut Jepang tersebut dapat segera direalisasikan pada tahun ini.
Franky menambahkan, selain mendapatkan komitmen investasi di tol laut, hasil kunjungan kerjanya juga mendapatkan komitmen investasi dua perusahaan Jepang, yang akan menginvestasikan modalnya di bidang industri sanitary napkin dan industri komponen otomotif di Karawang, Jawa Barat.
Sejak 2010 Jepang selalu menjadi salah satu negara asal sumber utama investasi di Indonesia dengan realisasi investasi sebesar 16 miliar dolar AS.
Nilai realisasi investasi ini mencakup industri otomotif, logam, mesin, dan elektronika. Pada periode yang sama, jumlah komitmen investasi Jepang mencapai 45 miliar dolar AS dengan porsi terbesar ada di sektor infrastruktur.
Berdasarkan data BKPM, pertumbuhan komitmen investasi Jepang masuk dalam 10 negara prioritas pemasaran yang pada 2015, naik 40 persen di atas pertumbuhan komitmen investasi asing yang hanya 29 persen.
Realisasi investasi Jepang di Indonesia pada 2015, mengalami peningkatan sebesar enam persen dibandingkan periode 2014.
Realisasi investasi Jepang tercatat sebesar 2,87miliar dolar AS, dengan total proyek 2.030 proyek serta menyerap 115.400 tenaga kerja. Kontribusi utama investasi Jepang masih didominasi oleh sektor manufaktur, khususnya sektor otomotif, elektronika, dan permesinan, serta sektor kimia dan farmasi.(RM/MN)






