Hadapi Arus Mudik Lebaran 2016, Hubla Gelar Apel Kesiapan di Pelabuhan Tanjung Priok

MNOL, Jakarta – Memantapkan koordinasi antar petugas instansi terkait, penyedia jasa maupun asosiasi yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2016 (1437H), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar kegiatan Apel Siaga Kesiapan Angkutan Laut Lebaran tahun 2016 (1437H) tanggal 20 Juni 2016 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pada Apel Siaga kali ini bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Boedi Setiadjid mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan kepada para petugas di lapangan untuk memberikan pengawasan yang sungguh-sungguh terhadap keselamatan pelayaran serta mengantisipasi agar tidak terjadi masalah percaloan tiket, kenaikan tarif melebihi ketentuan, penelantaran penumpang serta melakukan tindakan yang tegas terhadap setiap pelanggaran guna menjamin kelancaran, kemanan serta kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Kegiatan Apel Siaga yang digelar di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, diikuti oleh berbagai pihak yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan angkutan laut lebaran antara lain Kantor Syahbandar Utama dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Distrik Navigasi Tanjung Priok, Pangkalan Armada PLP Tanjung Priok, Koterm A, Kolinlamil, Lantamal III, Polres Jakarta Utara, Pol Air Polda Metro Jaya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, SAR, UPT Ditjen Hubla se-DKI, Kantor Bea Cukai, Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, Balai Besar Karantina Pertanian, Dishub DKI Jakarta, PT. Pelindo II, PT. PELNI, PT. JICT, TPK Koja, ABK, Koperasi TKBM, dan unsur-unsur terkait lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekditjen Hubla menyampaikan kata sambutan Dirjen Perhubungan Laut A.Tonny Budiono terkait penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2016 (1437 H) di seluruh Indonesia yang dilaksanakan mulai H-18 (18 Juni 2016) sampai dengan H+17 (24 Juli 2016. Bersamaan dengan penyelenggaraan angkutan laut lebaran ini dilakukan pula kegiatan pemantauan dan pengendalian lalu lintas dan angkutan laut melalui Posko Angkutan Laut lebaran tahun 2016  (1437 H) yang merupakan bagian dari Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan.

Pada penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2016 (1437H) diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan laut sebesar 3% dibandingkan dengan realisasi  jumlah penumpang pada tahun 2015. Dari data yang ada realisasi jumlah penumpang lebaran tahun 2015 (1436H) adalah sebesar 1.560.246 orang.

“Dengan prediksi kenaikan sebesar 3%, maka jumlah penumpang angkutan laut pada lebaran 2016 (1437H) diperkirakan akan mencapai 1.607.053 orang atau mengalami peningkatan sebanyak 48.807 orang,” kata Dirjen Hubla.

Guna mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyiapkan armada kapal laut sebanyak 1.273 unit dengan kapasitas 3,4 juta orang penumpang, melakukan  pemantuan pada 52 pelabuhan yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang serta melakukan uji petik kelaiklautan bagi semua kapal-kapal penumpang yang digunakan untuk angkutan lebaran. Khususnya pemeriksaan terhadap pemenuhan standar keselamatan pelayaran.

Uji petik dimaksud dilaksanakan oleh Tim Terpadu Kantor Pusat Kementerian Perhubungan dan Tim Teknis dari masing-masing Kepala Unit Pelaksana Teknis Diretkorat Jenderal Perhubungan Laut di wilayah kerja masing-masing.

Adapun Tim Terpadu Kementerian Perhubungan yang terdiri dari pejabat terkait di lingkungan Kantor Pusat Ditjen Hubla, Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan, Marine Inspector dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah melakukuan uji petik kelaiklautan kapal pada 15 lokasi.

15 lokasi itu merupakan pelabuhan yang banyak manangani kapal penumpang  antara lain; Pelabuhan Merak, Tanjung Perak,  Samarinda, Balikpapan, Bitung, Palembang, Pontianak, Tanjung Emas, Makassar, Belawan, Tanjung Priok, Benoa, Sorong, Ambon dan Batam. (Bayu/MN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *