Respon Masuknya Inggris dan AS, China Gelar Latihan Militer di LCS
MN, Jakarta – Hawa Laut China Selatan (LCS) kembali memanas setelah Beijing menyatakan bahwa militer Negeri Tirai Bambu tersebut akan melakukan latihan militer…
MN, Jakarta – Hawa Laut China Selatan (LCS) kembali memanas setelah Beijing menyatakan bahwa militer Negeri Tirai Bambu tersebut akan melakukan latihan militer…
Guna menghindari kesalahpahaman dalam penjagaan teritorial di Laut Cina Selatan, sejumlah pasukan Tiongkok yang berjaga di wilayah yang menjadi sengketa dengan beberapa negara lain diajari bahasa Inggris.
Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI DR. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D mengungkapkan terdapatnya potensi perang terbuka di antara negara-negara yang ada di kawasan Indo-Pasifik. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro (Undip), Kamis (1/11).
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa terorisme adalah ancaman nyata bangsa ini. Hal tersebut dikemukakannya dalam konferensi pers usai acara pengukuhan Guru Besar Universitas Pertahanan (UNHAN), Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio di Gedung AH Nasution Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta (26/7).
Kementerian Kelautan dan Perikanan harus meningkatkan kerja sama dengan institusi pengawas laut lainnya untuk mengamankan dan mengawasi aktivitas pncurian ikan oleh kapal asing yang terjadi di Laut Natuna. Hal ini dikarenakan Laut Natuna yang merupakan bagian dari laut China Selatan serta merupakan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711 yang memiliki potensi ikan lestari cukup besar mencapai 1,2 juta ton.
Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Strategi Bakamla RI Laksma TNI Eko Jokowiyono, SE, MSi, menghadiri pertemuan ke-2 Expert Group Meeting on the Establishment of ASEAN Coast Guard Forum (ACGF), yang secara resmi dibuka oleh Commandant Philippine Coast Guard, Rear Admiral Elson E Hergomino PCG, di Manila, Filipina, Kamis (25/1).
Hari ini, 5 Desember 2017, Indonesia memeringati Hari Armada yang merupakan bagian penting dari sejarah Angkatan Laut Indonesia. Berdasarkan Skep Kasal Nomor A 4/2/10, tanggal 14 September 1959, yang dikeluarkan oleh KASAL pada saat itu Komodor Laut RE Martadinata, ditetapkan berdirinya Armada Angkatan Laut RI yang menggabungkan seluruh jajaran kekuatan tempur laut ke dalam Armada ALRI. Namun mengingat berbagai hal, maka pelaksanaan upacara peresmian Armada ALRI tersebut baru dapat terlaksana pada tanggal 5 Desember 1959. Inilah yang menjadikan dasar peringatan hari Armada yang kita laksanakan setiap tahun hingga hari ini.
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI ) Raden Eddy Martadinata (REM)-331 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Agam Endrasmoro selama lintas laut dari Thailand menuju Ranai, melaksanakan serial latihan bersama Helang Laut 18B/17 yang berlangsung di Perairan Laut Natuna Utara, Kamis (22/11).
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Raden Eddy Martadinata (REM)-331 dan Kapal Diraja Brunei (KDB) Daruttaqwa 09 dalam rangka Latihan Bersama (Latma) Helang Laut 18B/17 tiba di Dermaga Sabang Mawang, Ranai Pulau Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (23/11).
MN, Jakarta – Maritim Research Institute (MARIN Nusantara) melalui wakil direkturnya, Efraim Rompon mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Kordinator…