Begini Nasib Nelayan Indonesia di Tengah Kebijakan KKP
Jakarta (Maritimnews) – Indonesia mempunyai wilayah perairan yang sangat luas, yaitu sekitar 6.4 juta km2 dan mencakup 70%…
Jakarta (Maritimnews) – Indonesia mempunyai wilayah perairan yang sangat luas, yaitu sekitar 6.4 juta km2 dan mencakup 70%…
Jakarta (Maritimnews) – Baru-baru ini, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin melontarkan pernyataan…
Bandung (Maritimnews) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan (DPN PKP) yang juga Ketua Umum Himpunan…
Jakarta (Maritimnews) – Isu reshuffle kabinet kembali bergulir di tengah upaya pemerintah membenahi perekonomian rakyat akibat hantaman badai Covid-19.…
Jakarta (Maritimnews) – Perbaikan tata kelola perikanan tangkap masih menghadapi tantangan besar. Salah satu yang mengemuka adalah maraknya nelayan andon…
Kondisi cuaca yang kurang bagus di perairan laut kita beberapa waktu belakangan ini, berpotensi memengaruhi harga komoditas ikan di pasaran. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pasokan ikan yang diakibatkan banyak nelayan tidak melaut karena kondisi cuaca yang buruk tadi.
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa 367 ribu hektar luas wilayah lautan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Namun, potensi besar di wilayah yang sangat luas yang di dalamnya terdapat 10.743 desa nelayan itu, juga memiliki tantangan yang besar dalam mengembangkan potensi besar tersebut.
Maraknya illegal fishing yang terjadi di wilayah Buton Utara, menyebabkan masyarakat pulau tersebut menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (11/1).
Saat membuka rapat terbatas bertajuk ‘Korporasi Petani dan Nelayan dalam Mewujudkan Transformasi Ekonomi’, Presiden Joko Widodo kembali memperlihatkan kekecewaan di hadapan para menterinya.
Indonesia memiliki ketergantungan besar terhadap protein hewani dari sektor perikanan sehingga bisa dikatakan kualitas ikan ini sangat bergantung dari tangkapan nelayan.