Pemerintah Berkomitmen Wujudkan Kesejahteraan di Papua
Dirinya mengatakan, dari pertemuan tersebut, sudah ada angin segar dari Presiden Jokowi, dirinya mendukung hal tersebut karena hal itu merupakan aspirasi rakyat.
Dirinya mengatakan, dari pertemuan tersebut, sudah ada angin segar dari Presiden Jokowi, dirinya mendukung hal tersebut karena hal itu merupakan aspirasi rakyat.
Kondisi Papua terkini, dinyatakan telah kondusif. Aneka akses kembali beroperasi.
Oleh : Zulfikar Ahmad* Pemerintah wajib ungkap dan usut pihak asing yang terus gerogoti kedamaian Papua dengan memprovokasi isu separatis…
Sebagai negara yang berdaulat, sudah semestinya masyarakat Indonesia bersama–sama saling bergotong–royong, mendukung terwujudnya persatuan–kesatuan serta kemakmuran bangsa Indonesia, kita juga harus meyakini bahwa NKRI dan Pancasila tidak bisa ditawar lagi.
Pelaksanaan referendum hanya bisa dilakukan oleh bangsa dengan status dijajah. Sementara Papua merdeka bersama Indonesia, dan tidak dijajah oleh pihak manapun. Sehingga final sudah hasil referendum yang telah dilaksanakan Indonesia kala itu.
Keterlibatan Luar Negeri tentu akan menjadi boomerang bagi penyelesaian masalah di Papua, karena mereka belum tentu memahami permasalahan Papua secara menyeluruh.
Perbedaan suku maupun warna kulit tentu tak bisa menjadi alasan untuk tidak bersatu, ucapan dari ‘Sabang sampai Merauke’ yang dengan tegas menunjukkan kedaulatan NKRI jangan sampai berubah. Artinya dengan kita menjaga orang Papua, maka kita juga telah menjaga orang Indonesia.
61 Tokoh Papua dan Papua Barat bertandang ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 10 September 2019. Adapun ke–61 tokoh tersebut terdiri dari tokoh adat, agama, kepala suku, aktifis hingga akademisi. Pertemuan ini adalah upaya konkret Pemerintah dalam menyerap apirasi masyarakat dan mewujudkan perdamaian pasca kerusuhan di Papua.
Dalam upaya mengakomodasi aspirasi masyarakat Propinsi Papua dan Papua Barat, Presiden Joko Widodo telah menugaskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian dan Kepala BIN Budi Gunawan untuk membuka seluruh ruang dialog di Papua. Pertemuan ini diharapkan menjadi gerbang baru dalam menyelesaikan persoalan Papua.
Berdasarkan Pepera, Papua resmi menjadi bagian NKRI sah dan final. Yang mana tak ada yang bisa mengganggu gugat keputusan ini. Mengingat keabsahanya telah diakui masyarakat Internasional juga negara-negara sahabat.