Foto: Para prajurit Satlinlamil Surabaya sedang menerima penyuluhan bahaya narkoba dari Tim BNN Provinsi Jatim. (Dispen Kolinlamil)
Maritimnews, Surabaya – Dalam rangka mencegah penggunaan narkoba dikalangan prajurit, jajaran Satlinlamil Surabaya menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur dengan mengadakan penyuluhan tentang Narkoba yang berlangsung di geladak KRI Teluk Bintuni-520, Jumat (19/2).
Dalam ceramah yang dihadiri langsung oleh Dansatlinlamil Surabaya Kolonel Laut (P) Tedjo Sukmono, Komandan Unsur KRI, perwira staf maupun perwira unsur dan seluruh prajurit Satlinlamil Surabaya, dengan menghadirkan penceramah dr. Singgih Widi Pratomo, Agus Khoirul Huda, Krisna Prabowo dan Choirudin dari BNNP Jawa Timur.
Dalam sambutannya Dansatlinlamil Surabaya mengatakan penyuluhan ini merupakan usaha preventif dalam mencegah peredaran Narkoba sehingga sangatlah bernilai positif dan bermanfaat bagi kita dan keluarga maupun organisasi agar terhindar dari bahaya Narkoba.
“Ke depan penyuluhan ini akan rutin kita laksanakan sebagai salah satu usaha kita membendung peredaran Narkoba di kalangan prajurit Satlinlamil Surabaya,” ujar Dansatlinlamil Surabaya..
Saat ini, Pemerintah menerapkan kondisi darurat Narkoba karena berdasarkan data BNN setiap harinya 30 hingga 50 jiwa tewas gara-gara Narkoba dan pengguna Narkoba di Indonesia telah mencapai jumlah 4 juta jiwa dengan rentang usia 10 hingga 59 tahun. Oleh karenanya, sesuai dengan tema “Keluarga Besar Kolinlamil Bersih dari Narkoba” maka seluruh prajurit beserta keluarga besar Kolinlamil agar menjauhi segala hal yang berkaitan atau menyangkut tentang Narkoba.
Sedangkan dalam ceramahnya yang disampaikan dr. Singgih Widi Pratomo menjelaskan mengenai jenis-jenis Narkoba yang beredar dimasyarakat, efek dan dampaknya, jumlah pengguna Narkoba, serta modus operandi berupa cara-cara.
Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko berbahaya yaitu kecanduan. Dalam penyuluhan tersebut juga ditayangkan film tentang pencegahan, pemberantasan dan dampak dari pengguna Narkoba.
Guna menjalin kerjasama yang baik antara kedua instansi tersebut, Komandan Satlinlamil Surabaya Kolonel Laut (P) Tedjo Sukmono memberikan cenderamata kepada Tim BNN Provinsi Jawa Timur berupa plakat Satlinlamil Surabaya dan KRI Bintuni-520 serta topi.
Pada akhir acara, dilaksanakan pengambilan sampel urine secara acak dari 50 personel jajaran Satlinlamil Surabaya baik staf maupun unsur di ruang kesehatan KRI Teluk Bintuni-520. (AN)






