Panglima TNI: Konflik Dunia Pada Saat Ini Dilatar Belakangi Oleh Kepentingan Energi

Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo

Maritimnews, Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada 13 Maret 2016 yang lalu mengikuti sidang ke-13 Asean Chief of Defence Force Informal Meeting (ACDFIM ) di Don Chan Palace Hotel, Vientiane, Laos. Dalam presentasinya, Panglima TNI memaparkan bahwa perang masa kini adalah perang energy, dan kedepan perang ekonomi perang berlatar belakang energi, pangan dan air. Letaknya di sekitar equator dan ini semuanya akan menjadi tantangan karena semuanya akan mencari makan dan energi di negara-negara ASEAN.

Pernyataan beliau bertolak dari teori Thomas Maltus atau teori populasi yang menyatakanbahwa perkembangan jumlah penduduk seperti deret ukur dan ketersediaan pangan seperti deret hitung.Terbukti saat ini saja tatkala populasi penduduk dunia mencapai 11 milyar, hampir 15 juta anak di dunia meninggal karena kemiskinan, kelaparan, serta kesehatan yang buruk setiap tahunnya. Padahal prediksi ke depan jumlah penduduk dunia saat alami krisis energi pada tahun 2043 nanti, populasi manusia telah mencapai 12,3 milyar. Yang berarti hampir 4 kali lipat populasi ideal penduduk bumi. Konsekuensinya adalah pemenuhan akan kebutuhan energi, pangan, dan air akan meningkat pula.

Selanjutnya, Panglima TNI menjelaskan bahwa konflik atau perang di berbagai belahan bumi saat ini, seperti di Libya, Mesir, Irak, Kuwait, Iran, Sudan, Kongo, dan Nigeria, kesemuanya terjadi di negara penghasil minyak. Dan yang terakhir adalah Ukraina, negara dengan kapasitasproduksi minyak lebih kurang 10.000.000 barrel per hari. Inilah yang menjadi bukti bahwa konflik dunia pada saat ini dilatar belakangi oleh kepentingan akan energi.

Panglima juga menjelaskan, “Negara ASEAN kaya sumber daya alam dan geografinya memiliki vegetasi sepanjang tahun untuk menghasilkan bahan makanan. Nantinya menjadi incaran negara negara non-equator yang berpenduduk sekitar 9,8 milyar. Semua negara akan bergantung kepada negara sepanjang equator. Perebutan penguasaan sumber energi, pangan, dan air menjadi latar belakang perang ekonomi dan lokasinya di ASEAN. Ancaman nyata kedepan bagi ASEAN!,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut Panglima TNI mengajak para Panglima Angkatan Bersenjata seluruh ASEAN untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama di antara seluruhnya. Yang diaplikasikan dengan langkah – langkah antisipasi berupa regionalisme ASEAN yang berperan sebagai mekanisme manajemen konflik, menciptakan tatanan keamanan dan politik yang lebih komprehensif, serta interaksi kolaboratif seluruh Angkatan Bersenjata ASEAN dengan berprinsip mutual trust and confidence building measure. Khusus untuk poin terkahir dapat diaplikasikan melalui entitas kawasan yang solid, menjamin kehidupan nasional setiap negara kawasan terbebas dari tekanan dan ancaman, berkomitmen untuk tidak campur tangan atau intervensi terhadap urusan dalam negeri N masing – masing negara anggota, penyelesaian perselisihaan dengan cara-cara damai tanpa menggunakan kekuatan militer, menolak dengan tegas berbagai ancaman yang disertai dengan kekerasan baik dari dalam maupun luar kawasan, serta isu keamanan yang bersifat multi  dimensional di kawasan yang harus senantiasa diselesaikan oleh negara-negara di kawasan melalui pendekatan yang komprehensif dan dengan cara diplomatis.

Pemaparan pandangan Panglima TNI tentang ancaman nyata bagi ASEAN di masa depan tersebut, mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari para peserta sidang ke-13 ACDFIM. Salah satu peserta yang memberikan apresiasi tersebut adalah Panglima Angkatan Bersenjata Singapura (Chief Of Defense Force Singapore Armed Forces), Major General Perry Lim, yang mengatakan bahwa pemaparan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tersebut sebagai “suatu pandangan strategis dari seorang militer profesional”.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

2 days ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

3 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

1 week ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 week ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

1 week ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 week ago