MNOL, Surabaya – PT. Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) akan melakukan perubahan terhadap tahap pemeriksaan peti kemas impor di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) yang dikelola Pelindo III di Semarang, Jawa Tengah, mulai tanggal 18 Maret 2016. Perubahan tersebut adalah pemeriksaan oleh Balai Karantina dilakukan terlebih dahulu sebelum pemeriksaan Bea Cukai. Hal ini mengikuti Pemberitahuan Pelaksanaan Tindakan Karantina Impor dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang.
Menurut General Manager Pelindo III TPKS, Erry Akbar Panggabean, meski ada tambahan dua kali gerakan (pengangkutan) peti kemas karena adanya kebijakan baru tersebut, Pelindo III hanya mengenakan satu kali biaya pengangkutan. “Ini sebagai respon Pelindo III atas aspirasi dari para pengguna jasa di TPKS. Sehingga tidak menambah biaya logistik secara keseluruhan,” ungkapnya.
Biaya pengangkutan ekstra yang ditetapkan pun sangat kompetitif, yakni hanya Rp. 653.400,- per peti kemas ukuran 20 kaki dan Rp. 924.000,- untuk yang berukuran 40 kaki. Padahal ada dua kali tambahan gerakan peti kemas (pengangkutan). Untuk pemeriksaan karantina peti kemas impor di TPK (Tempat Pemeriksaan Karantina), TPKS perlu melakukan handling peti kemas tersebut dari lapangan penumpukkan impor ke TPK. Setelah dilakukan pemeriksaan karantina, peti kemas tersebut masih memerlukan satu gerakan lagi untuk menempatkannya di lapangan penumpukan Ex-Behandle.
Lebih lanjut Erry menjelaskan, setelah dilaksanakan pemeriksaan karantina peti kemas impor, peti kemas tersebut tidak dapat dilakukan penumpukan di TPK, karena akan mengganggu kegiatan operasional. Hal ini mengingat per hari ada sekitar lima puluh unit peti kemas impor yang diperiksa oleh karantina. Maka untuk menghindari adanya penumpukkan peti kemas di TPK, peti kemas tersebut perlu dipindahkan ke lapangan penumpukkan ex-behandle setelah dilakukan pemeriksaan.
Sementara itu, Manager Operasi dan Komersial TPKS Edy Sulaksono, menghimbau agar seyogyanya pihak Balai Karantina, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dan importir dapat memberikan informasi awal terkait peti kemas impor yang akan diperiksa karantina sebelum kapal sandar di TPKS. Sehingga peti kemas impor tersebut pada saat bongkar dari kapal dapat langsung diarahkan ke TPK di mana hasil keluarnya akan menghemat gerakan ekstra serta dapat untuk menekan biaya logistik secara keseluruhan.
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…