BC Tanjung Priok Berhasil Amankan Kontainer Hasil Perikanan Ilegal

 

Barang bukti hasil perikanan illegal yang berhasil diamankan oleh Bea Cukai Tanjung Priok

MNOL, Jakarta – Hasil perikanan menjadi komoditas ekspor unggulan yang rawan diselewengkan. Terbukti masih maraknya percobaan eksportasi hasil perikanan ilegal melalui Pelabuhan Tanjung Priok.  Untungnya Bea dan Cukai berhasil mencegah 10 kontainer pada kurun waktu Agustus 2015 hingga April 2016. Sebelumnya di bulan Juni 2015 sebanyak 14 kontainer,  Juli 2015 sebanyak 19 kontainer dan 116 kilogram Mutiara pada Januari 2016 digagalkan eksportasinya oleh KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok.

Tidak main-main, nilai komoditi yang berhasil diamankan di Jakarta International Container Terminal (JICT), Koja, Mustika Alam Lestari (MAL) dan Terminal 3 Tanjung Priok diperkirakan mencapai  puluhan milyar rupiah. Untuk tegahan 10 kontainer ekspor hasil perikanan ilegal yang kurun waktu Agustus 2015 sampai April 2016, nilainya sekitar Rp55 milyar.

Sebahagian besar  ekspor hasil perikanan dinilai illegal karena bukan berasal dari eksportir terdaftar (perusahaan palsu) serta menggunakan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang tidak sesuai.

Hasil tegahan terindikasi tidak memiliki Sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan Sertifikat Kesehatan. Bahkan berdasarkan informasi Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) dalam kegiatan eksportasi hasil perikanan illegal tersebut terdapat tujuan Negara Non-Mitra.

Rencananya hasil perikanan illegal itu akan dikirim ke Negara Hongkong, Taiwan, Korea, Vietnam, Amerika Serikat, China, Thailand, Singapura, dan Jepang. Adapun negara mitra sesuai MoU terkait ekspor perikanan yaitu China, Vietnam, Korea, Kanada, Rusia, Uni Eropa, dan Norwegia.

Hal menarik terdapat satu kontainer tegahan Bea dan Cukai Tanjung Priok milik PT GFS yang isinya tidak sesuai PEB.  Pada dokumen pemberitahun diberitahukan jenis barang, shark fin, shark rod & tail, catfish, frozen fillet , salted jellyfish, orion jeprox fish, baby jeprox, ikan kerapu, cassava chip, frozen sea snail meat, frozen Spanish lobster, frozen abalone shell, shrimp powder, dan dried mixed fish. Namun kenyataannya kontainer berisi fish maw yang merupakan komoditi bernilai fantastis. Bayangkan harga Fish Maw di pasaran bisa mencapai Rp60 juta per kilogram.

Upaya penegahan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) guna mendukung pemerintah mengendalikan inflasi, di mana jika pasokan ikan di dalam negeri baik maka harga jual ke masyarakat dapat dikendalikan.  Kini Bea dan Cukai Tanjung Priok lebih memperketat pengawasan ekspor hasil perikanan, salah satunya melalui pemenuhan syarat ekspor berupa sertifikat HACCP dan Sertifikat Kesehatan. Selain itu, upaya ini juga sejalan dengan program pemberantasan illegal fishing di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Bayu/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

1 day ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

6 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

7 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

7 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 week ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

1 week ago