MNOL, Jakarta – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan Latihan Pos Komando (Latposko) Kesiapsiagaan Koarmabar tahun 2016 bertempat di Gedung Yos Sudarso, Markas Komando (Mako) Koarmabar, jalan Gunung Sahari No, 67 Jakarta Pusat, Senin (9/5). Kegiatan latihan Latposko ini dihadiri Pangarmabar Laksamana Muda TNI A. Taufiq. R. dan Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI Mayor Jenderal TNI Dedi Kusnadi Thamim.
Latihan Kesiapsiagaan Koarmabar akan dilaksanakan selama 6 hari dari tanggal 9 sampai 14 Mei 2016, selama 2 hari dilaksanakan di Mako Koarmabar sedangan 4 hari dilaksanakan di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan, Sumatera Utara dengan kegiatan meliputiTactical Floor Game (TFG) dan manuvra lapangan yang rencananya dilaksanakan di perairan Selat Malaka.
Tema latihan kali ini adalah Koarmabar dan jajarannya melaksankan operasi mengatasi pembajakan di laut guna mewujudkan keamanan di wilayah Barat Perairan Yurisdiksi Indonesia Dalam Rangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Pangarmabar Laksamana Muda TNI A. Taufiq. R., dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa operasi yang dilaksanakan militer ada dua yaitu Operasi militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), namum setiap operasi militer dalam situasi apapun memiliki prinsip dan pola pikir yang sama, tetapi azasnya yang berbeda. Dalam OMP adanya unity of command, sedangkan OMSP tidak bisa menggunakan unity of command, karena adanya elemen-elemen lain di luar militer dan tidak saling membawahi, sehingga yang digunakan adalah unity of effort. Selain itu dalam OMSP juga adanya azas legitimasi yang perlu diperhatikan.
Sementara itu, Dankodiklat TNI Mayor Jenderal TNI Dedi Kusnadi Thamim dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa sesuai Undang-Undang TNI No. 34 Tahun 2004 tentang TNI bahwa salah satu tugas TNI AL adalah melaksanakan operasi penanggulangan pembajakan di laut, untuk itu perlu adanya latihan khusus mengingat pembajakan di laut dapat terjadi secara tiba-tiba, sehingga untuk itu perlu adanya tindakan antisipatif.
Lebih lanjut Dankodilat TNI menjelaskan untuk bisa mewujudkan kesiapan yang tinggi perlu disiapkan berbagai perangkat antara lain, rencana operasi yang mudah dioprasikan, kesiapan personel dan material serta pemahaman tentang berbagai peraturan dan perundang-undangan pemerintah sebagai pedoman dalam melaksankan prosedur dan mekanisme penanggulangan pembajakan.
Dankodiklat TNI antara lain mengharapkan kepada para pelaku latihan, supaya mengikuti jalannya latihan dengan seksama supaya dapat meningkatkan kemampuan yang ada, dan menjadikan latihan ini sebagai ajang pengujian sejauh mana kesiapan unsur-unsur dalam menghadapi kontijensi. Dalam memanfaatkan momentum ini untuk menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait guna menyiapkan Protap. Dia juga mengharapkan latihan ini bisa berlanjut dilaksanakan secara rutin dan berkala untuk pembinaan kemampuan ke depan.
Dalam latihan kesiapsiagaan ini, Koarmabar mengerahkan unsur-unsur antara lain, 2 kapal jenis PK (Perusak Kawal) kelas Parchim, 2 kapal jenis Kapal Cepat Rudal (KCR), 1 Pesud dan 2 helly serta 3 Kapal Angkatan Laut (KAL) dan 2 tim Pasukan Katak. Selain itu didukung oleh personel Lantamal I Belawan, Tim Kesehatan dan Tim Hukum.
Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., Dirlat Kodiklat TNI Brigadir Jenderal TNI Awaluddin dan Danpuslat Kodiklat TNI Marsekal Pertama TNI Timbang Sembiring. (TAN)
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…