Singgung Reklamasi, Bupati Bojonegoro: Jangan hanya Lihat dari Regulasi Saja

 

Bupati Bojonegoro, Suyoto

MNOL, Jakarta – Bupati Bojonegoro, Suyoto menyinggung masalah reklamasi Teluk Jakarta yang saat ini menjadi polemik serius bagi warga pesisir Jakarta menjelang Pilgub 2017 mendatang. Pria yang juga digadang-gadang sebagai calon yang dimunculkan dari beberapa partai untuk menandingi Gubernur Ahok (incumbent) itu terlihat santai kala menanggapi permasalahan reklamasi Teluk Jakarta.

Menurutnya, permasalahan itu jangan hanya dilihat dari sudut pandang regulasi saja. Yang terpenting lebih kepada niatan dan strategi untuk apa reklamasi itu dibuat baru regulasi mengikutinya.

“Sekarang permasalahan reklamasi selalu dilihat dari regulasinya, ada atau tidak regulasinya? Kenapa tidak dilihat dari segi manfaat kemudian diturunkan dalam strategi baru regulasi,” tutur Suyoto dalam seminar bertajuk Ketahanan Pangan, Air dan Energi di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, (18/5).

Hal itu pernah dia coba di Bojonegoro saat mengambil keputusan terhadap permasalahan lahan, di mana para stafnya melakukan konsultasi kepada Esselon II Kemendagri langsung di-judge tidak bisa karena tidak ada peraturannya. Telisiknya, pandangan itu merupakan suatu hal yang keliru karena kalau berpacu di situ terus maka tidak akan menimbulkan perubahan.

“Bisa jadi yang membuat peraturan sudah tidak ada dan berbeda kondisinya. Karena aturan itu buatan manusia, ya sah-sah saja bila dirubah, yang terpenting ada dulu maksud dan tujuannya,” selorohnya.

Bupati yang sukses meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga Bojonegoro dengan mengubah masalah menjadi peluang itu memandang agar tidak perlu berdebat soal aturan. Karena tidak ada gunanya membicarakan benar atau salah dalam sudut pandang regulasi.

Kendati demikian, politisi PAN ini mengaku bukan dalam kapasitasnya menyatakan reklamasi Teluk Jakarta itu bermanfaat atau tidak. Pasalnya, seorang politisi hanya mendengar dari para pakar baru kemudian memutuskan melalui sebuah kebijakan.

“Lho, saya ini hanya politisi , sedangkan reklamasi itu bisa ditinjau dari aspek sosial budaya, ekologi dan ekonomi. Itu kapasitasnya para pakar untuk menganalisisnya,” tandasnya.

Soal pencalonannya sebagai DKI 1, lulusan IAIN Malang yang dikenal sebagai Bupati tersukses itu mengaku dirinya bersyukur bila banyak partai yang ingin meminangnya. Dia berjanji akan memberikan yang terbaik jika benar diusulkan menjadi Cagub DKI.

“Syukur Alhamdulillah bila ada partai yang mencalonkan saya. Kan enak udah disiapkan kita tinggal jalankan saja,” pungkasnya. (Tan)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

3 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

5 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 weeks ago