Categories: Budaya MaritimTerbaru

Bangun Bangsa Maritim melalui Penyusunan Kurikulum Maritim

 

Ilustrasi: Kurikulum maritim bagi anak-anak

MNOL, Jakarta – Rapat Koordianasi dalam bentuk Focus Dicusion Grup (FGD) yang bertajuk ‘Muatan Kemaritiman pada Kurikulum Sekolah’ diselenggarakan oleh Deputi IV Kemenko Maritim bidang SDM, Iptek dan Budaya Maritim, di Gedung BPPT, Jakarta (18/7) lalu.

Rapat yang dipimpin oleh Deputi IV Kemenko Maritim, Safri Burhanuddin itu membahas mengenai penyusunan draft muatan kemaritiman pada kurikulum sekolah yang sudah disusun oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Kemendikbud RI.

“Draft akan dibahas lebih dalam dan teknis lagi pada awal Agustus. Semuanya kita bekerja sama dan bergotong royong untuk membahas mengenai kurikulum maritim, yang merupakan fondasi dari pembangunan pendidikan dan budaya maritim untuk generasi bangsa,” ujar Safri.

Sementara itu, Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) yang turut hadir dalam rapat tersebut, diwakili oleh Wasekjen Kaisar Akhir dan Koordinator Bidang Humas dan Hubungan Luar Negeri Aditya Bramana.

Kiprah APMI dalam membangun pendidikan maritim bukan isapan jempol belaka. Assosiasi yang diketuai oleh Reynaldi Bahri Tambunan ini sudah acap kali aktif dalam dunia pendidikan kemaritiman bagi generasi bangsa. Di antaranya membangun dan membina kawasan pesisir di Cilincing, sosialisasi maritim di sekolah sekolah hingga penyusunan kurikulum maritim di Dewan kelautan Indonesia (Dekin).

“APMI berpandangan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar pengetahuan dan teori dalam buku tapi lebih utama yaitu pendidikan karakter. APMI menginginkan dan berharap melalui pendidikan, terlahir anak-anak Indonesia yang berkarakter maritim sebagai penerus bangsa Maritim,” ungkap Kaisar.

Sehingga dalam FGD itu, Kaisar mengusulkan perlu ada pelayaran jalur rempah untuk menumbuhkan kembali karakter bangsa Maritim. Mengingat jalur rempah (Selat Malaka ke Maluku) merupakan jejak kejayaan maritim bangsa Nusantara yang tentunya berbeda dengan jalur sutra maritim-nya Tiongkok maupun jalur pelayaran bangsa-bangsa Eropa.

“Kalau secara nasional muatan kemaritiman cukup masuk ke dalam mata pelajaran pada kurikulum yang sudah ada sekarang. Tetapi kalau secara lokal yaitu untuk daerah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, muatan kemaritiman sebaiknya menjadi suatu mata pelajaran tersendiri (Muatan Lokal). Kalau daerah pertanian dan pegunungan ya Muloknya bagaimana cara bercocok tanam, beternak, dan berburu,” tambahnya.

Selanjutnya memandang kebhinekaan Indonesia, APMI memandang bahwa kurikululum kemaritiman itu perlu melihat aspek kearifan local budaya-budaya daerah yang berkonteks maritim. Hal itu juga diperuntukan untuk menjawab permasalahan-permasalahan kontemporer di laut seperti masalah nelayan, bencana hingga pertahanan dan keamanan.

“Perlu ada muatan maritim yang bernuansa kearifan lokal agar warisan budaya kita juga tetap terjaga,” pungkasnya. (Tan)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

6 hours ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

7 hours ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

9 hours ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

23 hours ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

1 day ago

IPC TPK Panjang Kedatangan 1.772 Empty Container

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…

1 day ago