MNOL – Jakarta, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofikasi (BMKG) telah merilis peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di seluruh wilayah perairan Indonesia. Peringatan dini mulai berlaku pada tanggal 9 Juli 2016 pukul 19.00 dan akan berakhir pada 10 Juli 2016 pukul 19.00.
Dalam keterangannya peringatan ini mencakup dua kategori, yaitu kategori pertama dengan tinggi gelombang 1,25 m hingga 2,5 m dan kategori yang kedua dengan tinggi gelombang 2,5 m hingga 4.0 m.
Untuk ketegori yang pertama dengan tinggi gelombang 1,25 m – 2,5 m mencakup Selat Malaka bagian Utara, Perairan Timur Kepulauan Simeuleu – Meulaboh, Laut Sawu, Perairan Kupang – Rote, Laut Timor, Perairan Kepuauan Sermata – Letti, Perairan Kepulauan Barbar – Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kai – Kepulauan Aru, Perairan Selatan Yos Sudarso, Laut Arafuru, Perairan Timur Arafuru.
Sedangkan untuk kategori yang ke dua dengan tinggi gelombang 2,5 m hingga 4,0 m mencakup Laut China Selatan, Laut Andaman, Perairan Utara dan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeuleu – Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu – Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali bagian Selatan, Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Samudera Hindia Barat Sumatera hingga Selatan Pulau Sumba. (APS)
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…
Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…
Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…
KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…
Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…
Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…