Di Dermaga Ujung, KRI Banda Aceh 593 Beserta Satgas Asean Defence Ministry Meeting Plus FTX On Maritime Security Mahi Tangaroa 2016 Dilepas

Taruna AAL Angkatan 63 diatas KRI Banda Aceh 593 melambaikan tangannya sesaat dilepas Pangkolinlamil Laksda TNI I.G. Putu Wijamahaadi, S.H. dan Gubernur AAL Mayjen TNI Guntur Irianto Cipto Lelono, S.E. di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya.

MNOL – Surabaya, Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI I.G. Putu Wijamahaadi, S.H. menjadi Inspektur Upacara dalam upacara pelepasan KRI Banda Aceh 593 sebagai delegasi Satgas Latma Asean Defence Ministry Meeting Plus FTX On Maritime Security Mahi Tangaroa 2016, di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Selasa (11/10).

Kegiatan ini sekaligus sebagai pelepasan pelayaran Kartika Jala Krida 2016 Taruna Akademi Angkatan Laut Angkatan 63 yang juga tergabung dalam Satgas tersebut. KRI Banda Aceh yang mewakili TNI AL (Indonesia) dalam rangka menhadiri rangkaian perayaan hari Ulang tahun ke 75 Royal New Zealand Navy pada Nopember 2016 dan akan diikuti 18 negara anggota Asean Defence Miniaters’ Meeting plus (ADMM PLUS).

Menurut Pangkolinlamil Laksda TNI I.G. Putu Wijamahaadi, S.H. undangan ini merupakan suatu kebanggaan bagi TNI-AL dengan mengirimkan delegasinya KRI BAC-593 yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada dunia Internasional tentang Indonesia dan keberadaan TNI Angkatan Laut.

Begitupun 105 orang taruna yang terdiri dari 94 Taruna dan 11 Taruni AAL Tingkat III angkatan 63 akan mengikuti latihan praktek (Lattek) dengan sandi Kartika Jala Krida 2016 ke New Zealand yang akan melaksanakan pelayaran selama kurang lebih 72 hari mulai 11 Oktober hingga 22 Desember mendatang.

Keberadaan taruna AAL di kapal perang ini sebagai tempat untuk mempraktekkan beberapa teori yang sudah di peroleh di bangku kuliah di AAL sekaligus menambah ilmu  pengetahuan yang di berikan oleh para perwira kapal yang belum pernah di dapatkan di kampus AAL sehingga di kemudian hari para taruna ini  apabila sudah lulus menjadi seorang perwira matra laut   profesional yang handal,  berbudi  dan  siap melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya khususnya dalam menegakkan kedaulatan NKRI.

KRI Banda Aceh-593 merupakan kapal perang berjenis Landing Platform Dock dengan ukuran panjang 125 meter dan lebar 22 meter. Berat kapal ini mencapai 7.286 ton. Kapal perang ini memiliki kecepatan maksimum 15 knot dan memiliki daya angkut sebanyak 344 personel.

Kapal ini juga mampu menampung 5 unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, 3 unit meriam Howitzer, dan 20 Tank. Untuk persenjataan perang, kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan 40 mm.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

4 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

6 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 weeks ago