Categories: EkonomiHLTerbaru

KIARA Fasilitasi Pelatihan Pemasaran untuk Perempuan Petambak Udang di Bumi Dipasena

 

Perempuan petambak udang Kantor Perhimpunan Pengusaha dan Petambak Udang Wilayah (P3UW) Lampung.

MN, Lampung –  Lebih dari 50 orang perempuan petambak udang di Bumi Dipasena yang tergabung dalam wadah Barisan Relawan Wanita (Bareta) Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) mempelajari ilmu pemasaran dalam kegiatan Pelatihan Pemasaran pada Senin (23/01/2017) di Kantor Perhimpunan Pengusaha dan Petambak Udang Wilayah (P3UW) Lampung.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada isu kelautan, perikanan serta kedaulatan masyarakat pesisir di wilayah Indonesia.

Dalam kegiatan ini, ibu-ibu petambak udang Bumi Dipasena belajar ilmu pemasaran kepada Aang Permana, anak muda yang telah mendapatkan banyak penghargaan di tingkat nasional karena berhasil mendirikan UKM Ikan Crispy Sipetek, dimana saat ini telah memiliki 800 cabang di Indonesia dan sejumlah cabang di luar negeri.

Aang menyampaikan pengalamannya dalam membangun bisnis UKM yang ia mulai sejak dari nol. Baginya, kunci keberhasilan bisnis terletak pada kemauan untuk terus belajar dan mencoba.

Saat melihat antusias ibu-ibu petambak yang sangat tinggi, Aang Permana sangat terkesan. Ia optimis ke depan produk olahan ibu-ibu Bumi Dipasena dapat dinikmati oleh pasar di Seluruh Indonesia.

“Melihat kemauan ibu-ibu untuk membuat produk olahan udang, saya optimis pasar dapat menerima produk ini,” ujarnya.

Ia menekankan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan jika produk olahan udang ibu-ibu di Bumi Dipasena ingin diterima pasar yang lebih luas, yaitu: pertama, keunikan produk; kedua, kejelasan segmentasi; ketiga, dapat membaca kebutuhan pasar; keempat, kejelesana distribusi; kelima, harga yang kompetitif; keenam, promosi yang menarik; dan ketujuh berani memulai.

“Jika tujuh syarat tersebut dapat dipenuhi, produk olahan udang ibu-ibu di Bumi Dipasena akan dibeli di mana-mana,” imbuhnya.

Erna Leka, salah satu perempuan petambak udang di Bumi Dipasena menyatakan bahwa ibu-ibu petambak telah memiliki 48 produk olahan udang. Namun, permasalahan besar yang saat ini dihadapi adalah bagaimana memasarkan produk tersebut.

“Ibu-ibu di Bumi Dipasena memiliki banyak produk olahan, namun kita masih terkendala persoalan pemasaran yang masih terbatas,” kata Erna.

Siti Kotijah, peserta lainnya berharap melalui pelatihan ini ibu-ibu petambak dapat memasarakan produknya lebih luas ke luar Lampung. “Setelah  pelatihan ini selesai, semoga kami dapat memasarkan produk olahan udang Bumi Dipasena ke seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Tan/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

16 hours ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

18 hours ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

19 hours ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

1 day ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

1 day ago

IPC TPK Panjang Kedatangan 1.772 Empty Container

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…

2 days ago