Categories: GeopolitikHLTerbaru

Manuver Menko Maritim ke Rumah Ketua MUI, jangan Abaikan Masalah Maritim

Suasana kunjungan Menko Luhut ke rumah Ketua MUI KH ma’ruh Amin

MNOL, Jakarta – Kunjungan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan ke rumah ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin tadi malam, Rabu (1/2/17) menjadi bab kontroversi di sejumlah kalangan. Pasalnya, kunjungan yang didampingi oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Tedy Lakhsmana dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Iriawan tersebut membawa pesan politik dan keamanan Ibukota.

Menurut peneliti dari Indonesia Institute for Maritime Studies (IIMS) Ari Setiyanto, langkah Luhut selaku Menko Maritim yang memiliki tupoksi terkait kemaritiman dianggap kurang tepat dan berlebihan. “Menko Maritim kan seharusnya membawahi Kementerian Pariwisata, Perhubungan, Kelautan Perikanan dan ESDM, kok ini jadi urusi masalah keamanan,” ujar Ari.

Tak dipungkiri, ramainya jagad media sosial pasca sidang Ahok di Jakarta (31/1), membuat geger warga Jakarta khususnya dan nasional pada umumnya. Di persidangan tersebut, Ahok menuduh KH Ma’ruf Amin telah berbincang dengan mantan Presiden SBY berdasarkan berita di media.

Dengan kata lain perbincangan itu bisa disadap atau diketahui oleh Tim Kuasa Hukum Ahok. Sehingga publik merespons Tim Kuasa Hukum Ahok memiliki peran layaknya Badan Intelijen Negara (BIN).

Pernyataan Ahok tersebut juga mengundang respons Cikeas, di mana SBY langsung menggelar konferensi pers, Rabu (1/2/17) di Wisma Proklamasi. Suasana gaduh yang menimpa Ibukota pun bertambah usai SBY memberikan pernyataan pada kesempatan itu.

Sambung Ari seharusnya kalau menyangkut masalah politik dan keamanan dalam negeri bisa diurus oleh Menko Polhukam yang kini dijabat oleh Wiranto. Sementara Indonesia dengan visi poros maritim dunia-nya, masih diselimuti oleh segudang permasalahan maritim.

“Kalau pembahasannya terkait Tol laut atau masalah dwelling time dengan KH Ma’ruf Amin mungkin sah-sah saja. Atau masalah single agency multi task yang sekarang dipegang oleh Bakamla dan masih banyak masalah lain menyangkut kemaritiman Indonesia,” terang lulusan S2 Diplomasi Pertahanan Unhan tersebut.

Kendati Luhut menepis bahwa kunjungan itu hanya bersifat silaturahmi tetapi publik tetap mengaitkan kunjungan itu bukan kunjungan biasa mengingat makin panasnya suhu perpolitikan Jakarta. Terlebih pasca Sidang Ahok, Selasa (31/1) lalu.

“Sangat tidak mungkin menurut saya kalau itu hanya sekadar silaturahmi. Ya saya setuju kalau Pak Luhut memiliki itikad untuk mengademkan suasana, tetapi itu alangkah lebih tepatnya dilakukan oleh Menko Polhukam. Dan apalagi didampingi oleh Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya yang tidak memiliki hubungan fungsional langsung kepada Menko Maritim,” pungkasnya.

Akhirnya rakyat tetap menjadi korban di tengah pertempuran besar ini yang berbalut Pilkada DKI Jakarta. Intinya semua pihak harus mampu menahan diri dan menjalankan perannya sesuai Tupoksinya masing-masing. (An/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

2 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

4 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 weeks ago