Categories: EkonomiTerbaru

Menko Maritim canangkan Pembangunan di Maluku yang Berbasis Maritim

Menko Luhut di Pantai Halong, Ambon. (Foto: Kemenko Maritim)

MNOL, Ambon – Dalam rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017, Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan berbagai kegiatan sejak Rabu, (8/217).

Pada acara tersebut Menteri Luhut menyampaikan berbagai program kerja pemerintah bisa membawa dampak positif bagi bangsa dan negara Indonesia yang lebih baik lagi dalam momentum HPN ini. Menko Luhut mengatakan pemerintah dan pers harus bersinergi, pers dan pemerintah bisa saling mengingatkan.

Di sela-sela acara itu, Purnawirawan TNI AD ini juga mengatakan agar rencana menjadikan Ambon sebagai lumbung ikan nasional pada tahun 2018 dapat terealisasi.

“Setelah berkunjung ke pelabuhan, saya lihat semua, saya menemukan ada beberapa inefisiensi yang bisa kita benahi bersama Menteri Perhubungan, maupun dengan Pelindo IV, dan Pertamina,” kata Menko Luhut.

Ia juga menjelaskan rencana pemerintah terkait pembangunan ekonomi di Maluku yang akan dilakukan secara efisien. Dengan efisiensi, jelasnya,  pemerintah akan menghemat belasan triliun rupiah per-tahunnya.

“Kami akan lakukan pembicaraan di tingkat Menteri sebelum melaporkan kepada Presiden,” ujarnya.

Pada hari yang sama Menko Luhut juga melakukan kunjungan ke Pelabuhan Tulehu yang berada di Kabupaten Maluku Tengah. Ia mengatakan daerah tersebut akan didorong menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

“Saya sudah cek, pelabuhan itu nanti akan kita pecah menjadi tiga bagian dan menjadi KEK,” katanya.

Menko Luhut juga  hadir dalam peluncuran Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona 2017 di Pantai Halong,Ambon. Dalam acara itu ia mengatakan pemerintah pusat serius membangun infrastruktur dasar, termasuk pelabuhan, yang akan menjadi hub untuk pemerataan pembangunan di daerah.

“Maluku ini adalah provinsi termiskin nomor tiga di Indonesia, tetapi memiliki indeks kebahagian tertinggi di tanah air. Tidak lama lagi, Maluku akan maju bersama sektor pariwisata,” tegasnya.

Menurutnya sektor pariwisata adalah industri yang paling murah dan menyerap tenaga kerja paling banyak dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Maka dari itu, ia mengimbau kepada seluruh unsur masyarakat untuk bekerja membantu pemerintah dalam mensukseskan program itu. Misalnya pada masalah sampah, ia berpesan jangan lagi ada yang membuang sampah, termasuk plastik ke laut, karena laut adalah aset andalan Ambon dan Provinsi Maluku sebagai daerah tujuan wisata bahari.

“Plastik ini kalau dibuang ke laut akan dimakan ikan. Lalu ikan kita makan, anak cucu kita akan mengkonsumsi ikan yang sudah mengandung plastik. Itu akan merusak genetik anak cucu kita kelak,” imbaunya kepada hadirin.

Situasi ini menurut Menko Luhut cukup mengkhawatirkan.Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian dari California AS.

“Ikan yang kita bedah perutnya 62% mengandung plastik. Di Makassar, 23% ikan sudah rusak karena makan plastik. Saya lagi minta diteliti 15 kota lain di Indonesia, termasuk Ambon ini,” pungkasnya.

Di pantai ini ia juga memimpin langsung gerakan membersihkan sampah laut bersama seluruh instansi dan warga. Program yang menjadi prioritas Kemenko Maritim khususnya Deputi IV ini akan berdampak pada 10-20 tahun ke depan, di mana ikan sebagai sumber gizi nasional tidak lagi terkontaminasi dengan sampah. (An/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

38 minutes ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 hours ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

13 hours ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

20 hours ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

23 hours ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

2 days ago