Categories: EnergiHLTerbaru

Wujudkan Ketahanan Energi, Unhan Laksanakan MOU dengan PT S2P

Penandatanganan MoU Kerjasama antara Unhan dengan PT S2P di Cilacap, Jawa Tengah (6/2/17)

MNOL, Jakarta – Dalam rangka mengembangkan kajian ketahanan energi, Universitas Pertahanan (Unhan) melaksanakan Memorandum of Understanding (MOU) dan Penandatanganan Kerjasama (PKS) dengan PT Sumber Segara Primadaya (S2P) di Kantor Pusat PT. S2P, Cilacap, Jawa Tengah, (6/2/17).

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, kerjasama ini merupakan inisiatif guru besar Unhan Prof. Dr. Purnomo Yusgiantoro dan Komisaris Utama PT S2P Dewi Kam. Hal itu dimakasudkan agar terjadi simbiosis mutualisme di antara kedua belah pihak dalam mengembangkan ketahanan energi.

Acara penandatanganan ini dihadiri Rektor Unhan Letjen TNI I Wayan Midhio, M.Phil, Warek III Marsdya TNI Dr. Agus Sudarya, S.H., S.E., M.M., M.Sc., Kepala LP3M Laksda TNI Dr. Ir. Supartono, M.M., Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Laksda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., dan Wakil Kepala LP2M Dr. Ir. Rudi Laksmono, MT serta jajaran komisaris dan direksi PT S2P.

Dengan payung hukum MOU dan PKS tersebut, maka para mahasiswa Unhan dapat melakukan penelitian kapasitas dan kemampuan PT S2P dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional. Tesis para mahasiswa dapat diarahkan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi faktor-faktor strategis-operasional PLTU dengan mesin sub super critical (2×300 MW), mesin super critical (1×660 MW) dan mesin ultra super critical (1×1000 MW).

Pada prinsipnya, tesis para mahasiswa dapat menghasilkan penelitian atas emisi yang semakin bersih dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Setelah penandatanganan, rombongan Unhan diberi kesempatan melakukan peninjauan secara langsung berbagai fasilitas PT S2P.

Dalam waktu dekat Program Studi (Prodi) Ketahanan Energi dari FMP Unhan di bawah pimpinan Kol Laut (KH) Dr. Ir. Yanif Dwi Kuntjoro, MT akan bergabung dengan para teknisi PT. S2P untuk menyukseskan program nasional penguasaan teknologi energi listrik sebagai wujud Triple Helix (kolaborasi segitiga antara kalangan akademisi-birokrat-dunia usaha).

Hal ini merupakan salah satu upaya dalam mendukung program pemerintah untuk menghasilkan pembangkit listrik 35.000 MW dalam koridor poros maritime dunia yang bernafaskan Nawacita.(An/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

1 day ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

1 day ago

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

2 days ago

TPS Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

Surabaya (Maritimnews) - Kolaborasi antar instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik efisien, transparan,…

2 days ago

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

4 days ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

5 days ago