Categories: SDM MaritimTerbaru

Lewat FGD, Kemenko Maritim susun Standar Pelatihan Teknis Kemaritiman

Bentuk Pelatihan Teknis Kemaritiman

MNOL, Bogor- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Percepatan Penyusunan Standar Penyelenggaraan Pelatihan Teknis Bidang Kemaritiman’ di Bogor, Jawa Barat,  Senin (13/3). Kegiatan tersebut diketahui untuk mempercepat pelatihan teknis bidang kemaritiman, salah satunya dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Maritim.

“Inti penyusunan standar ini adalah untuk mempercepat pelatihan teknis bidang kemaritiman, nah ini sangat penting, karena membangun kemaritiman berarti membangun Sumber Daya Manusia,” kata Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Elvi Wijayanti, yang hadir mewakili Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim untuk membuka kegiatan dan memberikan pengarahan terkait Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Kemaritiman.

Elvi memaparkan, Kemenko Bidang Kemaritiman memiliki tugas pokok melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian. Dalam koordinasi, Kemenko Maritim mendorong sejumlah kebijakan, seperti  pengembangan kurikulum muatan kemaritiman bagi sekolah PAUD, SD, SMP, SMA, DAN SMK non-Kemaritiman.

“Selain itu, juga dilakukan revitalisasi sekolah vokasi kemaritiman SMK dan Poltek, Sertifikasi profesi kemaritiman dan Ratifikasi berbagai konvensi internasional Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standards of Training, Certification and Watchkeeping (STCW), Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Fishing (STCW-F), serta kami juga melakukan kerja sama dengan Institusi Pendidikan Kemaritiman (World Maritime University),” jelasnya.

Targetntya, lanjut Elvi, bukan lain adalah untuk memberikan acuan bagi kementerian atau Lembaga yang melaksanakan pelatihan terkait kemaritiman, meningkatkan mutu lembaga diklat dan kualitas SDM peserta diklat kemaritiman, memudahkan pelaksanaan fungsi pengendalian sesuai amanat Perpres No 10 Tahun 2015, dan lain sebagainya.

“Öleh sebab itu, perlu standar pelatihan teknis karena meningkatnya tenaga kerja terampil, tuntutan global tidak bisa dihindarkan,” tandasnya.

Di waktu yang bersamaan, perwakilan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surono, menyatakan, dari SDM tersebut, maka terciptalah standarisasi profesi, manfaat dan sertifikasi profesi, hal ini disampaikan ketika ditanya mengenai kebijakan BNSP terkait dengan standarisasi profesi guna mendukung standar minimum pelatihan untuk peningkatan kualitas lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan.

“Standarisasi profesi itu merupakan salah satu komponen dalam standarisasi kompetensi kerja (SKKNI), sedangkan sertifikasi adalah hak, bukan kewajiban. Nah manfaat standarisasi dan sertifikasi profesi itu nantinya, misal bagi industri yaitu rekruitmen berbasis kompetensi, bagi tenaga kerja yaitu merencanakan karir, dan bagi Lemdiklat yaitu meningkatkan efisiensi pembelajaran,” terang Surono.

Sementara itu, Kasubdit Pengembangan Program dan Materi Pelatihan Kerjasama,  Kementerian Ketenagakerjaan, Darmawansyah, memaparkan beberapa kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan tentang standar lembaga pelatihan, salah satunya mengenai standar kerangka mutu pelatihan di indonesia.

“Adapun standar kerangka mutu pelatihan di indonesia antara lain pelatihan kerja didasarkan pada kualifikasi nasional atau klaster unit kompetensi yang disahkan berdasarkan pedoman nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan atau berdasarkan standar lain pencapaian pelatihan yang diidentifikasikan dengan jelas, kemudian LP menggunakan kurikulum yang terstruktur berdasarkan capaian atau SKKNI, LPK menggunakan bahan pelatihan dan proses pelatihan yang sesuai dengan bidang cakupannya, dan sebagainya,” pungkas Darmawansyah.

 

(Anug/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

1 day ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

1 week ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

1 week ago