Categories: NelayanTerbaruTNI AL

Bahas Implementasi UU N0 7/2016, Dispotmar dan HNSI gelar Sarasehan

Foto Bersama: Ketua HNSI, Aspotmar dan Sekjen KKP

MNOL, Jakarta – Dinas Pembinaan Potensi Maritim (Dispotmar) TNI AL dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menyelenggarakan Sarasehan Nasional HNSI di Wisma Elang Laut, Jl Diponegoro No.48, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/05/17). Sarasehan  itu merupakan bentuk komitmen kedua instansi dalam mewujudkan Poros Maritim Dunia melalui kesejahteraan nelayan.

Kegiatan yang mengambil tema ‘Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan dalam Rangka Percepatan Industri Perikanan’ ini diselenggarakan untuk mendiskusikan dan mengkaji masalah, implementasi dan kecapaian dari UU Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.

Selain itu juga membahas Inpres Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional dan Perpres Nomor 3 tahun 2017 tanggal 13 Januari 2017 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional. Kedua aturan turunan itu dikeluarkan dengan maksud untuk menjalankan amanat dalam UU No 7/2016.

Guna memahami peta masalah dan persoalan mendasar yang terjadi di sektor kelautan dan perikanan, industri perikanan nasional, dan persoalan yang dihadapi nelayan diperlukan formulasi konkret.

Oleh karena itu, kedua instansi ini dengan mengajak stakeholder lainnya untuk bergotong royong menyusun formulasi dalam rangka mencapai kesejahteraan nelayan.

“Sarasehan ini intinya bertujuan untuk memahami permasalahan dalam implementasi UU Nomor 7 Tahun 2016 dan Inpres Nomor 7 Tahun 2016 di lapangan dan mendiskusikan kecapaian dari UU dan Inpres tersebut,” kata Ketua Umum HNSI Mayjen TNI Mar (Purn) Dr. H. Yusuf Solichien M., MBA, Ph.D dalam sambutannya.

Lebih lanjut Purnawirawan Bintang Dua Marinir itu mengatakan, indikator keberhasilan program pemerintah dalam percepatan pembangunan industri perikanan nasional bila kesejahteraan nelayan meningkat.

“Hasil sarasehan ini diharapkan dapat menjawab bagaimana nelayan dapat berperan secara optimal dalam upaya percepatan industri perikanan nasional,” tandasnya.

Sementara itu pada Keynote Speech Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) yang dibacakan oleh Aspotmar Kasal Mayjen TNI (Mar) Tommy B. Natanegara mengatakan kondisi nelayan indonesia saat ini yang masih di bawah garis kemiskinan tidak terlepas dari kurangnya pendidikan dan ketertinggalan teknologi perikanan.

“Kebijakan pemerintah saat ini terasa memberatkan nelayan, namun itu hanya sementara karena tujuan utama pemerintah adalah mensejahterakan Nelayan dalam jangka panjang dengan menjaga sumber daya alam,” papar Kasal.

Berikutnya, Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Syarif Hidayat, menjelaskan, selama ini ada 3 (tiga) strategi yang sudah diterapkan pemerintah dalam mendorong industri perikanan. Yakni kedaulatan, keberlanjutan termasuk hal keberlanjutan profesi nelayan serta peningkatan kesejahteraan nelayan itu sendiri.

Menurutnya, saat ini juga ada beberapa hal yang menjadi konsentrasi pemerintah dalam mendorong industri perikanan nasional. Yang pertama infrastruktur bisnis perikanan harus terus dibangun dan perizinan kapal nelayan lokal dipermudah.

Acara dihadiri sekitar 250 perserta terdiri dari para pejabat TNI AL, pimpinan dan staf Kemenko Kemaritiman, Kementrian Kelautan dan Perikanan, anggota Komisi IV DPR RI, Perwira Staf TNI AL dan Pasis Seskoal, perwakilan Nelayan se Indonesia dan para akademisi dari berbagai Universitas.

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

6 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

1 week ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 weeks ago