Pengamanan kapal bodong di Selat Malaka oleh unsur Bakamla
MN, Asahan – Meski dalam suasana Lebaran (Hari Raya Idul Fitri 1438 H), Bakamla RI tetap melaksanakan tugas patroli pengamanan perairan Indonesia. Melalui unsur KRI SGR-864, Instansi bermotto Raksamihiva Camudresu Nusantarasya ini berhasil mengamankan sebuah kapal tanpa dokumen yang memuat belasan orang tanpa identitas, di Perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, beberapa hari lalu.
Kapal tanpa nama berjenis kargo kayu tersebut dihentikan dan diperiksa dalam operasi rutin Bakamla RI di Perairan Timur Laut Tanjung.Balai Asahan pada malam 1 Syawal 1438 H, Sabtu (24/6) karena terlihat membawa belasan penumpang mencurigakan. Benar saja, ketika personel KRI yang dikomandani Mayor Laut (P) Dimas Apriyanto melakukan pemeriksaan, baik nakhoda maupun penumpang tidak bisa memberikan dokumen yang diminta petugas.
Nakhoda kapal dengan anjungan biru dan lambung merah tersebut selain tidak bisa menunjukkan dokumen kapal juga membawa 14 orang, yaitu 8 wanita dan 6 pria yang tidak dilengkapi dengan identitas diri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan selanjutnya kapal tangkapan beserta muatan dikawal menuju Lanal Tanjung Balai Asahan. Perairan Tanjung Balai Asahan yang merupakan bagian dari Selat Malaka sebagai selat teramai dunia dan jantung perdagangan kawasan ini kerap dijadikan area pelanggaran bagi oknum tertentu.
Pelanggaran yang marak dilakukan adalah human trafficking dan pengiriman TKI Illegal ke negeri tetangga Malaysia melalui perairan ini.
(Adit/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…