Kapal tongkang Valencia yang berhasil diamankan oleh Kapal Robin XII dalam Operasi Nusantara Bakamla RI.
MN, Samarinda – Sehari setelah berhasil mengamankan kapal tongkang yang diduga memuat batubara, kini Operasi Nusantara Bakamla RI melalui unsur Kapal Robin XII kembali berhasil mengamankan kapal tongkang yang diduga juga memuat batu bara ilegal, di Perairan Pasir Wisata Kab. Pasir, Kaltim, Jumat (28/7/2018).
Unsur patroli milik Polair tersebut, menangkap kapal tongkang Valencia memuat batu bara sebanyak 1.435 MT. Tongkang tersebut ditarik oleh Tugboat BLM 01.
Pada saat diperiksa, nakhkoda kapal tidak dapat memperlihatkan surat-surat kapal dan Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) serta dokumen batu bara lainnya. Dugaan sementara, batu bara yang dibawa masih bermasalah dan ilegal.
Sehari sebelumnya, kapal patroli yang sama juga menangkap kapal tongkang dengan muatan sebesar 5.500 MT batu bara ilegal di Perairan Pelabuhan Pondong, Kab. Paser, Kaltim. Seperti telah diberitakan sebelumnya, tongkang Tobby 221 di adhoc ke Dit. Polairud Polda Kaltim. Usai penyerahan kapal dan muatan, kapal patroli yang dikomandani oleh Brigadir Polisi Satrio Utomo itu melanjutkan giat patroli pengamanan di wilayah Perairan Indonesia.
Tidak lama berselang, kapal patroli yang juga diawasi secara langsung oleh Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma TNI Rahmat Eko Raharjo itu kembali menjumpai tongkang yang bermasalah.
Atas temuan tersebut, kapal dan barang bukti muatan diserahkan ke Polairud Polda Kaltim guna proses penyidikan lebih lanjut.
Anugrah/MN
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…