MV P & O Cruises Pacific Eden di Pelabuhan Tanjung Priok
MN, Jakarta – Kapal pesiar P & O Cruises Pacific Eden dengan rute Singapore-Fremantle-Probolinggo-Tanjung Priok- Singapore yang dinakhodai Captain Anthony Richard Leonard asal United Kingdom, singgah di Dermaga Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok membawa 610 crew dan 1.404 penumpang.
Para wisatawan direncanakan mengunjungi beberapa tempat menarik di Jakarta antara lain, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Obama School, Shopping center (MOI), dan Kota Tua.
Humas Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Nur Fauzi menjelaskan, P & O Cruise Pacific Eden berukuran 55.000 gross register ton (GRT) serta panjang mencapai 220 meter singgah di Terminal Penumpang Nusantara pada pukul 08.35 WIB dan berlayar kembali ke Singapore pukul 18.00 WIB. “Kedatangan kapal pesiar itu merupakan yang ketiga kalinya singgah di Tanjung Priok. Rencana akan sandar lagi dibulan Januari dan Agustus 2018,” terangnya kepada Maritimnews, Kamis (13/7).
Menurut Fauzi, sudah selayaknya fasilitas Terminal penumpang Nusantara pelabuhan Tanjung Priok ditingkatkan standarnya sebagai salah satu upaya meningkatkan jumlah wisatawan asing yang menggunakan kapal pesiar. “Paling tidak setingkat dibawah Singapura,” ujarnya.
Seperti telah diketahui, bahwa P&O Cruises armada kapal pesiar terkemuka di Australia dan Selandia Baru menawarkan tampilan dan nuansa baru sekaligus kualitas unik dari liburan, dimana para wisatawan dibawa ke dunia lain, sejak mereka naik ke kapal. Seperti slogan P&O Cruises, Pacific Eden.. Like no place on earth.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…