Tutup Rakornas Satgas 115, Menteri Susi Tekankan Konsistensi dalam menjaga Kedaulatan

Foto Bersama: Para Stakeholder Satgas IUU Fishing/115

MN, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menekankan Indonesia harus bisa membuktikan kedaulatannya. Terutama dalam menjaga kekayaan lautnya agar tidak menjadi surga bagi para pelaku IUU Fishing.

“Kita teruskan kerja dan (tunjukkan) komitmen kita. Tanpa komitmen dan konsisten yang diberikan oleh kalian semua, sebagai Dansatgas, saya tidak akan mampu melakukan tugas,” ujar Menteri Susi dalam pidato penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satgas 115 di Hotel Grand Sahid Jakarta, Rabu malam (12/7).

Dalam acara tersebut, Menteri Susi mengatakan pemerintah telah banyak melakukan hal dalam pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing). Meski begitu, Menteri Susi juga menyadari masih banyak yang belum diselesaikan. Ia pun mengajak para peserta Rakornas Satgas 115 untuk terus optimis.

“Kita harus terus punya pemikiran optimis betapa besar yang diberikan laut kita. Dengan keteguhan dan komitmen dari pemberantasan illegal fishing, ke depan kita harus tetap memberikan detterence effect kepada pencuri ikan,” tandasnya.

Pemberantasan illegal fishing di Indonesia, sudah menjadi pioneer bagi negara lain. Meski begitu, Menteri Susi menekankan, pemerintah harus meningkatkan upaya dan tidak boleh lengah dalam mengawasi laut Indonesia.

Hal ini dikarenakan, kebutuhan pangan ikan di dunia guna menambah kualitas kecerdasan maupun kesehatan akan terus meningkat. Negara-negara maju maupun berkembang akan terus mengintai laut Indonesia.

“Saya juga mau mengingatkan laut adalah lintas kedaulatan. Laut juga teritorial yang selalu diawasi dan dijaga. Untuk itu, kita harus tunjukkan dengan kinerja Satgas 115, bahwa pengamanan laut itu butuh kapasitas dan fasilitas dan peralatan keamanan yang mumpuni,” papar Susi.

Poros maritim dunia tidak mungkin akan terjadi jika tidak ada peran dari komponen institusi dan masyarakat, yang selanjutnya diarahkan pada pembangunan ekonomi kemaritiman.

“Kita harus menyadari bahwa misi pemerintah sekarang ini memprioritaskan bahari dan laut. Sehingga tidak boleh mengesampingkan penanganan sengketa dan kasus pencurian. Karena tanpa memperhatikan ini kita bisa jadi bahan cemoohan negara lain. Kita harus berani berantas,” tambahnya.

“Saya yakin Satgas 115 menjadi leadership dalam memberantas kejahatan di laut. Tanpa egosektoral, kita di sini melebur jadi satu,”  pungkas wanita asal Pangandaran tersebut.

 

(Sutisna/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

3 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

4 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

4 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

5 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

5 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

6 days ago