Bersama Kabupaten Pangandaran, KKP Realisasikan Revitalisasi Perairan Umum

Direktur Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebijakto berfoto bersama setelah pendatanganan kesepakatan bersama dengan pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam rangka persiapan hibah lahan untuk kegiatan revitalisasi perairan umum, Jumat (4/8).

MN, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program revitalisasi perairan umum. Hal ini ini ditandai dengan pendatanganan kesepakatan bersama dengan pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam rangka persiapan hibah lahan untuk kegiatan revitalisasi perairan umum, Jumat (4/8).

Penandatanganan ini merupakan kelanjutan dari komunikasi yang sudah dilakukan antara KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) sejak tahun 2016 dengan beberapa pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kabupaten Pangandaran terkait upaya KKP untuk melakukan revitalisasi perairan umum di berbagai daerah.

Dalam penandatanganan ini, KKP diwakili oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, sedangkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran diwakili oleh Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Turut hadir juga dalam penandatanganan tersebut Sekretaris Jenderal KKP, Rifky Effendi Hardijanto, para pejabat eselon dua dan tiga lingkup DJPB, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Kesepakatan bersama tersebut berisi tentang kesediaan dan persetujuan Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk menghibahkan aset barang milik daerah Kabupaten Pangandaran berupa tanah seluas 41.545 m² yang berlokasi di Blok Bulak Laut, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Pangandaran Nomor 590/Kpts.263-Huk/2017.

Kedepannya, lahan yang dihibahkan tersebut akan digunakan untuk kepentingan umum yaitu revitalisasi perairan umum guna pembangunan embung/danau penampungan air sebagai lahan budidaya perikanan dalam mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya, pengendali banjir, serta mendukung kawasan pariwisata Kabupaten Pangandaran.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan revitalisasi perairan umum merupakan wujud dari kebijakan yang telah digariskan oleh Menteri Kelautan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yaitu upaya untuk memulihkan kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungan sebagai salah satu habitat sumber daya perikanan untuk menuju kegiatan perikanan budidaya yang berkelanjutan.

“Setelah status lahan ini clear and clean, maka selanjutnya KKP akan segera menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan embung di Pangandaran. Pada bulan November nanti diharapkan pembangunan konstruksi sudah selesai dilaksanakan sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Untuk kegiatan revitalisasi perairan umum ini, KKP telah menyiapkan anggaran sebesar Rp.16,4 miliar yang akan digunakan mulai dari proses penyusunan DED hingga pembangunan konstruksi embung.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pangandaran sepenuhnya sepakat dengan KKP akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan serta menyambut baik kegiatan revitalisasi perairan umum ini. “Embung yang akan dibangun nantinya selain dapat berfungsi sebagai reservoir (penampung air) juga dapat berfungsi untuk menunjang kegiatan perikanan budidaya secara berkelanjutan dan bermanfaat untuk pengembangan wisata di Pangandaran di mana saat ini pemkab Pangandaran sedang fokus dalam pengembangan wisata,” ujarny.

Sekretaris Jenderal KKP, Rifky Effendi Hardijanto, dalam arahannya menyebutkan, Kabupaten Pangandaran kedepan sangat potensial menjadi contoh pengembangan kegiatan perikanan dan kelautan yang holistik. Alasannya selama ini Pangandaran telah memiliki sektor pariwisata, menjadi salah satu sentra utama perikanan tangkap, memiliki pengolahan perikanan, serta memiliki potensi untuk pengembangan perikanan budidaya.

Dengan potensi yang ada, diharapkan ke depan perikanan budidaya dapat berkembang di Kabupaten Pangandaran. Untuk itu, KKP akan membangun juga Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore. Tujuannya agar berbagai contoh program perikanan budidaya yang ada dapat menarik nelayan untuk mulai berusaha di bidang perikanan budidaya karena kegiatan perikanan tangkap di Kabupaten Pangandaran sudah sangat masif.

Berdasarkan data yang ada, Kabupaten Pangandaran tercatat memiliki pantai sepanjang 91 km dan hampir 40% wilayahnya merupakan wilayah laut. Pangandaran merupakan bagian Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) IX Samudera Hindia yang mencakup perairan ujung barat Sumatera dan pantai selatan Jawa. Kabupaten Pangandaran memiliki potensi lahan perikanan budidaya (payau dan tawar) sekitar 401,30 ha, yang dapat dioptimalkan untuk kegiatan budidaya.

Anugrah/MN

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

6 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

6 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

6 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

6 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

6 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

1 week ago